POJOKJABAR.com, Jakarta – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB), melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Halim Perdanakusuma, sukses menggelar pelatihan inovasi olahan pangan bagi masyarakat di kawasan Rawajaya, Jakarta Timur, Minggu (12/7).
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bernama Pusat Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Keluarga Masyarakat Rawajaya (Pusaka Rawajaya), Pertamina mendorong kelompok Rumah Gizi Rawajaya untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian perkotaan.
Pelatihan yang berlangsung di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Rawa Jaya ini diikuti oleh 20 anggota UMKM setempat.
Mereka tidak hanya dilatih cara mengolah hasil panen menjadi produk bernilai jual tinggi, tetapi juga diberikan edukasi mendalam mengenai pengemasan, standar kebersihan, hingga strategi pemasaran digital.
Hasil kreativitas kelompok binaan ini kini telah melahirkan beragam produk unggulan, mulai dari dodol, wajik melon, hingga Bon Cabe Rawit Rawajaya (Boncara Raja).
Strategi pemasaran pun mulai merambah media sosial melalui akun @boncararaja, dengan target ekspansi ke platform e-commerce akhir tahun ini.
Inovasi ini memberikan dampak ekonomi nyata bagi 20 kepala keluarga rentan di Kelurahan Pondok Kopi, termasuk pekerja serabutan.
Rata-rata, mereka kini berhasil mengantongi pendapatan tambahan sebesar Rp250.000 per orang setiap bulannya.
Lurah Pondok Kopi, Sandy Ardamsyah, mengapresiasi sinergi yang terjalin.
“Kolaborasi antara pemerintah Kelurahan Pondok Kopi dengan Pertamina ini merupakan komitmen strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional dan daerah terutama dalam menciptakan jaminan sosial bagi masyarakat rentan dan pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari mendorong kesejahteraan sosial,” ujar Sandy.
Senada dengan hal tersebut, Sumi, salah satu peserta pelatihan, merasa sangat terbantu dengan pendampingan intensif dari Pertamina.
“Terima kasih kepada Pertamina karena telah mendukung pengembangan UMKM berbasis pemberdayaan masyarakat di Rawajaya dan Kelurahan Pondok Kopi, kami diberikan fasilitas sarana dan prasarana produksi serta pendampingan dan pelatihan untuk bisa berinovasi dan memberdayakan sesama,” ungkapnya.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Arya Yusa Dwicandra, menegaskan bahwa program ini lebih dari sekadar pemberian bantuan fisik.
Fokus utamanya adalah pendampingan berkelanjutan agar masyarakat mampu membangun kemandirian ekonomi.
“Program ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga mengedepankan pendampingan berkelanjutan agar masyarakat memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha secara mandiri. Melalui kolaborasi bersama kelompok binaan di RPTRA Rawa Jaya, diharapkan lahir berbagai inovasi produk unggulan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah perkotaan, terutama yang berbasis pada prinsip ekonomi sirkuler demi keberlanjutan lingkungan,” ujar Arya.
Inisiatif ini menjadi bukti konkret komitmen Pertamina dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam upaya pengentasan kelaparan (poin 2) serta penciptaan lapangan kerja layak dan pertumbuhan ekonomi (poin 8).***