JABAR.POJOKSATU.id – Makam Mbah Raden Singaperbangsa atau yang juga dikenal sebagai Mbah Raden Singabangsa menjadi salah satu situs sejarah dan tujuan ziarah yang berada di Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Hingga kini, kawasan tersebut masih ramai dikunjungi masyarakat maupun peziarah dari berbagai daerah.
Juru kunci makam, Kang Raden Endang, menjelaskan bahwa semasa hidupnya Mbah Raden Singaperbangsa dikenal sebagai tokoh penyebar agama Islam sekaligus Bupati Karawang yang dihormati karena kepemimpinannya.
“Nama Singaperbangsa melekat sebagai wujud kewibawaan dan semangat menjaga tanah Pasundan,” ujarnya.
Silsilah Keturunan
Salah seorang keturunan Mbah Raden Ratu Galuh Pakuan Bogor, H. Raden Pudin Adi Sucipto, menjelaskan silsilah Mbah Raden Singaperbangsa dari garis keturunan leluhurnya.
Menurutnya, garis keturunan ke atas dimulai dari Mbah Raden Singabangsa bin Mbah Raden Nurman Ing Batuwangi Garut, Mbah Raden Entol Panengah, Mbah Raden Sarevan Nebor, Mbah Raden Manigdjagung, Mbah Raden Kudalandjar, Mbah Raden Ratu Buhun atau Puhun, hingga Mbah Raden Ratu Galuh di kawasan Pakuan, Bogor.
Sementara itu, silsilah keturunan ke bawah disebut berlanjut hingga beberapa tokoh yang memiliki keterkaitan dengan wilayah Sumedang, Mataram, Giri Kedaton, Tasikmalaya, Banten, hingga Kabupaten Bekasi.
“Mbah Raden Singabangsa berputra Mbah Raden Entol Sambirana, berputra Mbah Raden Kartasantika, berputra Mbah Raden Entol Kasub… hingga berputra Mbah Raden Marfu, Mekarwangi, Kabupaten Bekasi,” tutur Raden Pudin Adi Sucipto yang diamini Raden Sukoco.
Menurutnya, silsilah tersebut menunjukkan hubungan Mbah Raden Singaperbangsa dengan sejumlah kerajaan besar di Nusantara, seperti Kerajaan Galuh, Sumedang Larang, Mataram, hingga Kesultanan Banten. Sosoknya juga disebut memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam dan pelestarian budaya Sunda di wilayah pesisir utara Karawang.
Menjadi Tujuan Ziarah
Makam Mbah Raden Singaperbangsa di Desa Manggungjaya kini menjadi salah satu tujuan ziarah sejarah. Selain mendoakan leluhur, para peziarah juga memanfaatkan kunjungan tersebut sebagai bagian dari napak tilas perjalanan sejarah Karawang.
Keberadaan situs ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga nilai-nilai sejarah, persatuan, dan kearifan lokal yang diwariskan para pendahulu. Pemerintah desa bersama masyarakat setempat terus berupaya merawat kawasan makam agar tetap lestari dan dapat menjadi warisan sejarah bagi generasi mendatang.