POJOKJABAR.com, Jakarta – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Integrated Terminal (IT) Jakarta menggelar pelatihan UMKM Naik Kelas bertema Memperkuat Pemasaran dan Tata Kelola Keuangan Menuju Usaha Berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (10/7) di Aula Kantor Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Utara itu diikuti 45 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM pra-sejahtera.
Peserta berasal dari Kelurahan Penjaringan, Pademangan Barat, dan Sunter Jaya.
Ketiga wilayah tersebut menjadi fokus program pemberdayaan karena masih menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi, sehingga membutuhkan dukungan berkelanjutan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Seksi Kesejahteraan Kecamatan Tanjung Priok Eka, Kepala Seksi Kesejahteraan Kelurahan Sunter Jaya Arif, serta Mitra Binaan Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Racik Mina.
Pelatihan menghadirkan dua sesi utama yang disesuaikan dengan kebutuhan UMKM di era digital.
Pada sesi Perjalanan Inovasi, Owner IrawanChips, Muhammad Andre Irawan, membagikan pengalaman membangun usaha dari skala kecil melalui inovasi produk dan kemampuan membaca peluang pasar.
Sementara pada sesi Strategi Digital Marketing melalui TikTok dan Shopee, dosen Sekolah Tinggi Manajemen Labora, Harry Wiyanto, memaparkan strategi pemasaran digital, pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, pembuatan konten kreatif, hingga teknik meningkatkan penjualan melalui platform digital.
Salah satu peserta, Siti Nurhayati, pelaku UMKM asal Kelurahan Penjaringan, mengaku memperoleh banyak wawasan baru yang dapat langsung diterapkan dalam mengembangkan usahanya.
“Selama ini saya berjualan hanya mengandalkan pelanggan sekitar. Dari pelatihan ini saya jadi memahami bagaimana memanfaatkan TikTok dan Shopee untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Saya juga belajar bahwa inovasi dan kreativitas sangat penting agar usaha bisa terus berkembang,” ujarnya.
Secara terpisah, Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Arya Yusa Dwicandra, menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan investasi sosial jangka panjang yang mampu menciptakan manfaat berkelanjutan.
“Kemiskinan tidak dapat diselesaikan hanya dengan bantuan sesaat. Yang lebih penting adalah membuka akses terhadap pengetahuan, keterampilan, dan peluang ekonomi. Melalui pelatihan ini, Pertamina ingin menghadirkan energi yang memberdayakan agar pelaku UMKM mampu meningkatkan pendapatan, mengembangkan usaha, dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga,” kata Arya.
Melalui kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, akademisi, komunitas, dan masyarakat, Pertamina berharap program ini mampu memperkuat ekosistem pemberdayaan UMKM sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan pertama Tanpa Kemiskinan dan tujuan kedelapan Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.***