Kepala Puskesmas Kalangsari Berulah Lagi, Diduga Minta Duit Rp5-10 Juta untuk Para Honorer

Kepala BKPSDM dan ilustrasi Puskesmas Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Dugaan gratifikasi yang menyeret Kepala Puskesmas Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, kembali jadi sorotan publik.


Setelah sebelumnya ramai soal dugaan permintaan uang Rp10 juta dengan janji bisa membantu masuk kerja di RSUD, kini muncul lagi dugaan serupa.

Kali ini, dugaan pungutan tersebut berkaitan dengan penerimaan tenaga honorer atau sukwan di Puskesmas Kalangsari.

Informasi yang beredar menyebutkan, calon tenaga honorer diduga diminta uang mulai dari Rp5 juta sampai Rp10 juta agar bisa bekerja di puskesmas tersebut.


Kabar itu langsung ramai diperbincangkan warga dan memicu perhatian publik.

Kepala BKPSDM Karawang, Jajang Jaenudin, membenarkan pihaknya sudah memanggil yang bersangkutan.

BKPSDM juga telah membentuk tim untuk melakukan pemeriksaan terkait dugaan tersebut.

“Puskesmas Kalangsari sedang proses pemeriksaan oleh tim pemeriksa,” kata Jajang, Jumat 22 Mei 2026.

Ia mengatakan, saat ini tim masih mengumpulkan keterangan dan mendalami laporan yang masuk.

Namun, BKPSDM belum bisa memastikan sanksi apa yang akan diberikan jika dugaan tersebut nantinya terbukti benar.

“Tim pemeriksa sudah dibentuk dan sedang dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Kasus ini dinilai mencoreng nama baik ASN, apalagi posisi Kepala Puskesmas merupakan bagian dari pelayanan publik yang seharusnya mengedepankan integritas.

Warga berharap pemeriksaan dilakukan secara terbuka dan tuntas agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak Puskesmas Kalangsari terkait dugaan tersebut. (Ega Nugraha/Pojoksatu)