Kapolres Karawang Pimpin Pengamanan Demo Mahasiswa di DPRD, 204 Personel Dikerahkan

Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah memimpin langsung pengamanan aksi mahasiswa BEM Unsika di depan Gedung DPRD Karawang, Sabtu (2/5/2026).

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah turun langsung memimpin pengamanan aksi unjuk rasa mahasiswa yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) di depan Gedung DPRD Kabupaten Karawang, Sabtu (2/5/2026).


Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polres Karawang itu menjadi sorotan dalam pengamanan aksi yang berlangsung sejak sore hingga malam hari. Di tengah gelombang aspirasi mahasiswa yang membawa berbagai tuntutan, Kapolres memastikan jalannya unjuk rasa tetap aman, tertib, dan kondusif.

Melalui Kasi Humas Polres Karawang IPDA Cep Wildan, dijelaskan bahwa kehadiran AKBP Fiki N. Ardiansyah di lapangan merupakan bentuk komitmen pimpinan dalam memastikan seluruh tahapan pengamanan berjalan maksimal.

“Bapak Kapolres hadir langsung di lokasi untuk memimpin pengamanan serta memastikan seluruh personel yang berjumlah 204 anggota telah terploting dan menjalankan tugas sesuai dengan titik masing-masing,” ujar IPDA Cep Wildan, Sabtu (2/5/2026).


Aksi mahasiswa yang digelar BEM Unsika tersebut dimulai sekitar pukul 16.15 WIB dan berakhir pada pukul 19.40 WIB. Sekitar 100 peserta aksi hadir dalam unjuk rasa tersebut dengan membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan isu pendidikan, ketenagakerjaan, hingga kebijakan publik di Kabupaten Karawang.

Dalam pengamanan tersebut, Polres Karawang menerjunkan 204 personel gabungan dari berbagai satuan fungsi. Kekuatan pengamanan terdiri dari unsur Dalmas, Sat Intelkam, Sat Reskrim, Sat Lantas, Propam, hingga tim negosiator Polwan.

Seluruh personel dibagi ke dalam pola pengamanan terbuka dan tertutup. Langkah ini dilakukan untuk memastikan situasi tetap terkendali, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama aksi berlangsung.

IPDA Cep Wildan menegaskan, Kapolres Karawang secara aktif memonitor situasi di lapangan dan memberikan arahan langsung kepada seluruh personel agar mengedepankan pendekatan humanis.

Menurutnya, pengamanan tidak hanya berfokus pada pengendalian massa, tetapi juga memastikan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat tetap terlindungi sesuai koridor hukum yang berlaku.

“Penekanan pimpinan jelas, seluruh personel harus bertindak profesional, mengedepankan pendekatan persuasif, serta menjamin keamanan baik bagi peserta aksi maupun masyarakat sekitar,” tambahnya.

Pendekatan humanis itu terlihat sepanjang aksi berlangsung. Aparat keamanan tetap siaga di titik-titik strategis, namun tidak menunjukkan sikap represif. Petugas justru lebih banyak mengedepankan komunikasi dan pengawalan agar penyampaian aspirasi berjalan tertib.

Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan orasi secara bergantian di depan Gedung DPRD Karawang. Mereka juga membentangkan spanduk serta menyuarakan berbagai kritik terhadap persoalan daerah yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan legislatif.

Beberapa isu yang disorot mahasiswa di antaranya menyangkut kualitas pendidikan, persoalan tenaga kerja lokal, hingga kebijakan publik yang dianggap belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat Karawang.

Situasi sempat memanas ketika massa aksi terus mendesak agar tuntutan mereka segera ditanggapi. Namun kondisi tetap terkendali berkat koordinasi cepat antara petugas keamanan, koordinator lapangan, dan pihak legislatif.

Sekitar pukul 18.30 WIB, perwakilan DPRD Kabupaten Karawang dari Komisi IV akhirnya menemui massa aksi untuk melakukan mediasi secara langsung. Pertemuan itu menjadi titik penting dalam meredam tensi demonstrasi.

Dalam mediasi tersebut, mahasiswa menyampaikan aspirasi secara terbuka kepada wakil rakyat. Pihak DPRD pun menerima seluruh masukan yang disampaikan dan berjanji akan menindaklanjuti melalui mekanisme yang berlaku.

“Hasil mediasi berjalan dengan baik, di mana pihak DPRD menerima dan akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa melalui mekanisme yang berlaku,” jelas IPDA Cep Wildan.

Setelah mediasi berlangsung, situasi berangsur kondusif. Massa aksi yang sebelumnya bertahan di depan Gedung DPRD mulai membubarkan diri secara tertib pada pukul 19.40 WIB.

Tidak ada insiden menonjol selama jalannya unjuk rasa. Arus lalu lintas di sekitar lokasi juga tetap terkendali meski sempat mengalami perlambatan akibat konsentrasi massa di depan gedung dewan.

Polres Karawang menilai keberhasilan pengamanan aksi ini tidak lepas dari kesiapan personel di lapangan serta soliditas seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan.

Selain itu, pola pendekatan persuasif dan komunikasi aktif yang diterapkan sejak awal dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat selama aksi berlangsung.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Ini menunjukkan kesiapan serta soliditas personel Polres Karawang dalam melaksanakan pengamanan, sekaligus keberhasilan pendekatan humanis dalam menjaga stabilitas kamtibmas,” tutup IPDA Cep Wildan.

Keberhasilan pengamanan aksi mahasiswa di DPRD Karawang ini menjadi gambaran bahwa penyampaian aspirasi di ruang publik tetap dapat berjalan tertib ketika seluruh pihak menahan diri, membuka ruang dialog, dan mengedepankan komunikasi.

Di satu sisi, mahasiswa dapat menyuarakan tuntutannya secara terbuka. Di sisi lain, aparat keamanan dan legislatif juga menunjukkan respons yang terukur dalam menjaga situasi tetap aman tanpa menghilangkan substansi demokrasi itu sendiri. (Ega Nugraha/Pojokjabar)