PW PRIMA DMI Jawa Barat Resmi Dilantik, Perkuat Gerakan Remaja Masjid Peduli Umat dan Lingkungan

Pelantikan pengurus PW PRIMA DMI Jawa Barat masa khidmat 2026–2030 di Bandung yang dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama serta pembagian takjil kepada masyarakat.

POJOKJABAR.com, BANDUNG – Kepengurusan Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA DMI) Jawa Barat masa khidmat 2026–2030 resmi dilantik pada Minggu (15/3/2026), bertepatan dengan 26 Ramadan 1447 Hijriah.


Pelantikan pengurus PW PRIMA DMI Jawa Barat tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat gerakan remaja masjid di wilayah Jawa Barat dengan mengusung tema “Peran Strategis PRIMA DMI Berbasis Nilai-Nilai Ekoteologi Jawa Barat.”

Ketua Umum PW PRIMA DMI Jawa Barat, Romadhoni, menegaskan bahwa masjid harus kembali menjadi pusat pembinaan generasi muda sekaligus pusat gerakan sosial dan moral di tengah masyarakat.

“Masjid harus menjadi tempat pembinaan generasi muda, pusat kepedulian sosial, sekaligus ruang perubahan moral bagi masyarakat,” ujar Romadhoni dalam sambutannya.


Pelantikan tersebut tidak hanya berlangsung secara seremonial, tetapi juga diisi berbagai kegiatan yang bertujuan memperkuat kapasitas organisasi serta kepedulian sosial.

Beberapa agenda yang digelar dalam kegiatan tersebut antara lain pelantikan pengurus PW PRIMA DMI Jawa Barat periode 2026–2030, upgrading kepengurusan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan manajemen organisasi, buka puasa bersama remaja masjid se-Jawa Barat, serta pembagian takjil kepada masyarakat.

Ratusan paket takjil dibagikan kepada pengguna jalan, pengemudi ojek online, pemulung, serta masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dari unsur organisasi keagamaan, pemerintah, dan aparat keamanan, di antaranya perwakilan PP PRIMA DMI Irkham Magfuri dan Fajar, Ketua Dewan Masjid Indonesia Jawa Barat KH Mohammad Mansur Syaerozi, Ketua Masjid Pusdai Jawa Barat KH Jujun Junaedi, serta perwakilan dari kepolisian dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Romadhoni juga menyoroti berbagai tantangan sosial yang dihadapi generasi muda di Jawa Barat, seperti tawuran pelajar, geng motor, hingga penyalahgunaan narkotika.

Menurutnya, fenomena tersebut menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pembinaan generasi muda, terutama melalui masjid.

“Jika remaja jauh dari masjid, maka ada ruang kosong dalam jiwa mereka yang bisa diisi oleh pengaruh negatif. Karena itu PRIMA DMI harus hadir sebagai gerakan pembinaan generasi muda yang kuat secara spiritual, intelektual, dan sosial,” tegasnya.

Selain itu, PRIMA DMI Jawa Barat juga mengusung konsep ekoteologi, yaitu pendekatan yang menekankan hubungan manusia tidak hanya dengan Tuhan, tetapi juga dengan lingkungan dan sesama manusia.

Melalui pendekatan tersebut, remaja masjid diharapkan mampu menjadi pelopor gerakan kepedulian sosial, menjaga lingkungan, serta memperkuat solidaritas kemanusiaan di tengah masyarakat.

Ke depan, kepengurusan baru PRIMA DMI Jawa Barat berkomitmen mengembangkan berbagai program strategis, seperti penguatan organisasi remaja masjid di seluruh kabupaten dan kota, pelatihan kepemimpinan pemuda, dakwah kreatif berbasis digital, serta gerakan sosial kemasyarakatan.

Romadhoni menutup sambutannya dengan pesan kepada seluruh remaja masjid di Jawa Barat agar menjadikan masjid sebagai pusat lahirnya generasi pemimpin masa depan.

“Masjid bukan hanya tempat sujud, tetapi tempat lahirnya pemimpin peradaban. Dari masjid kita bangun generasi yang kuat imannya, tajam pikirannya, dan luas kepeduliannya terhadap sesama,” pungkasnya. (Ega Nugraha/Pojoksatu)