Pertamina Regional JBB Dukung Penguatan Sekolah Tangguh Bencana di SMPN 1 Balongan

POJOKJABAR.com, Indramayu – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Integrated Terminal (IT) Balongan menggelar program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di UPTD SMPN 1 Balongan pada 13 hingga 14 November 2025.


Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pelajar Tangguh, Kembangkan Sekolah Tanggap & Ceria (PANAH KESATRIA) ini dilaksanakan bersama Human Initiative dan BPBD Kabupaten Indramayu.

Program tersebut melibatkan guru serta staf sekolah sebagai pihak yang berperan penting dalam membangun ketangguhan pendidikan sejak dini.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala UPTD SMPN 1 Balongan, Agus Sugianto; Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indramayu, Dadang Oce Iskandar; Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, Pendi Susanto; Sekretaris Desa Balongan, Gunawan; serta tim dari IT Balongan.


Melalui pendekatan SPAB, PANAH KESATRIA mendorong tenaga pendidik memahami risiko bencana agar proses belajar mengajar tetap aman dan fasilitas sekolah terlindungi.

Program ini juga bertujuan membangun budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan.

Pelaksanaan dimulai dengan workshop Human Initiative mengenai pengkajian awal, penilaian mandiri, dan langkah mitigasi.

Pada hari kedua, peserta memperdalam kajian risiko serta mengikuti FGD yang membahas potensi bahaya dan strategi penanggulangannya di sekolah.

Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Neni, menilai kegiatan ini memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kesiapsiagaan sekolah.

“Pelatihan ini membuka wawasan kami mengenai langkah-langkah mitigasi dan penanganan bencana di sekolah. Selama ini kami hanya mengetahui konsep dasarnya, namun melalui kegiatan SPAB kami diajarkan cara mengidentifikasi risiko, menyiapkan jalur evakuasi, dan melakukan tindakan yang benar saat keadaan darurat terjadi,” ujarnya.

Area Manager Communication, Relation & CSR, Susanto August Satria, turut menyampaikan harapannya agar program ini memperkuat budaya keselamatan di lingkungan sekolah.

“Kegiatan SPAB ini diharapkan menjadi langkah awal membangun sekolah yang aman dan tangguh terhadap bencana, sekaligus memperkuat budaya keselamatan di lingkungan pendidikan,” ujar Satria.

Inisiatif ini sejalan dengan upaya mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 tentang pendidikan berkualitas dan poin 13 mengenai penanganan perubahan iklim.