Dukung Kemandirian Peternak, Pertamina Regional JBB Serahkan Mesin Pelet ke Kelompok Tani Ragem Jaya

Pertamina Patra Niaga JBB dan Politeknik Indramayu serahkan mesin pelet ke Kelompok Tani Tegalurung.

POJOKJABAR.com, Indramayu – Dukungan bagi petani dan peternak di Indramayu kembali datang.


PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Integrated Terminal (IT) Balongan berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Indramayu menyerahkan bantuan mesin produksi pelet kepada Kelompok Tani Ragem Jaya Tegalurung.

Serah terima yang berlangsung Selasa (16/9) di Kantor Kepala Desa Tegalurung, Kecamatan Balongan, ini dihadiri 34 peserta dari unsur pemerintah desa, kelompok tani, kuwu, dosen Politeknik Indramayu, media, hingga tim IT Balongan.

Mesin produksi pelet tersebut diproyeksikan mendukung usaha peternakan ayam, kambing, serta perikanan milik kelompok tani.


Dengan adanya bantuan ini, mereka dapat memproduksi pakan ternak sendiri dan mengurangi ketergantungan dari luar.

Kuwu Desa Tegalurung, Abdullah, menyampaikan apresiasinya.

“Kami menyambut baik bantuan mesin produksi pelet ini. Semoga dapat memberikan manfaat besar bagi kelompok tani dan masyarakat desa, khususnya dalam meningkatkan produktivitas peternakan dan membuka peluang usaha baru,” ujarnya.

Dosen Politeknik Negeri Indramayu, Emin Haris, menekankan pentingnya sinergi antara kampus, masyarakat, dan dunia usaha.

“Mesin ini bukan sekadar alat, tetapi sarana transfer ilmu pengetahuan dan teknologi dari kampus ke masyarakat. Kami berharap mahasiswa terus mendampingi kelompok tani agar pemanfaatan mesin ini optimal,” jelasnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relation & CSR Regional JBB, Susanto August Satria, menyebut kegiatan ini sebagai wujud komitmen Pertamina dalam pemberdayaan desa.

“Kami ingin memastikan kehadiran Pertamina tidak hanya dalam sektor energi, tetapi juga dalam pemberdayaan masyarakat. Mesin pelet ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak di Tegalurung,” katanya.

Selain meningkatkan produktivitas, program ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 2 (Tanpa Kelaparan), poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).