POJOKJABAR.COM, KARAWANG — Di balik aktivitas pertanian yang terus berjalan di Kabupaten Karawang, terdapat para pekerja yang menggantungkan penghasilan dari mengangkut hasil panen.
Mereka dikenal sebagai ojek padi, yang membantu petani memindahkan gabah dari sawah menuju lokasi tujuan.
Salah satunya Sarno, warga Cibadar, Desa Ciptamargi, Kecamatan Cilebar. Setiap hari, ia menjalani pekerjaan tersebut dengan mengandalkan sepeda motor sebagai sarana utama untuk mengangkut padi.
Sarno mengatakan, aktivitas mengangkut padi terkadang berlangsung hingga sore, sekitar pukul 18.00 hingga 19.00 WIB.
Dalam satu kali angkutan, penghasilan yang diterima berkisar Rp5.000 hingga Rp7.000 per karung, tergantung kesepakatan dan kondisi pekerjaan.
“Kadang dapat banyak, kadang juga tidak dapat tarikan. Kalau motor rusak, otomatis tidak bisa bekerja,” kata Sarno.
Menurutnya, menjadi ojek padi bukan pekerjaan dengan pendapatan yang selalu pasti. Ada kalanya dalam satu hari ia mendapatkan cukup banyak angkutan, tetapi pada hari lainnya nyaris tidak ada pekerjaan.
Meski demikian, Sarno mengaku tidak ingin banyak mengeluh. Ia memilih tetap menjalani pekerjaan tersebut demi memenuhi kebutuhan keluarganya.
Sementara itu, Wacim, rekan sesama ojek padi, mengungkapkan bahwa tantangan juga muncul ketika mereka hendak masuk ke wilayah tertentu.
Menurutnya, terkadang ojek padi dari luar wilayah mendapat larangan untuk mengambil atau mengangkut hasil panen di suatu desa.
“Kadang-kadang kalau masuk ke wilayah desa suka dilarang,” ujar Wacim.
Ia menyebut, para ojek padi yang biasa bekerja bersama jumlahnya bisa mencapai sekitar 10 orang. Mereka saling membantu ketika mendapat pekerjaan mengangkut hasil panen.
Bagi Sarno dan rekan-rekannya, penghasilan yang tidak besar bukan alasan untuk berhenti bekerja. Selama masih ada kesempatan mendapatkan penghasilan, pekerjaan tersebut tetap dijalani dengan penuh syukur.
“Pendapatan kecil tetap disyukuri untuk keluarga. Tetap berjuang untuk hidup. Yang penting halal,” ungkap Sarno.
Kisah para ojek padi ini menjadi potret kecil perjuangan masyarakat di wilayah pertanian Karawang.
Di tengah hasil panen yang menjadi bagian penting dari kehidupan petani, ada pekerja lain yang turut menopang proses tersebut, meski dengan penghasilan yang tidak selalu menentu.