Skip to content
Pojok Jabar
Selasa, 3 November 2026

HWB Purwakarta Mulai Serah Terima 1.500 Rumah, Hunian Terjangkau dengan Konsep Kawasan Terpadu

, · 12:09 WIB ·
Bukan Sekadar Bangun Rumah, HWB Purwakarta Hadirkan Hunian, Fasilitas dan Peluang Usaha. (POJOKJABAR.com)
Bukan Sekadar Bangun Rumah, HWB Purwakarta Hadirkan Hunian, Fasilitas dan Peluang Usaha. (POJOKJABAR.com)

PURWAKARTA, POJOKJABAR.com – Hunian Warisan Bangsa (HWB) Purwakarta terus menunjukkan perkembangan. Setelah diluncurkan pada akhir 2025, kawasan perumahan ini mulai memasuki tahap serah terima 1.500 unit kepada konsumen.

Advertisement

Tak sekadar membangun rumah, HWB Purwakarta juga dikembangkan dengan konsep kawasan yang menghadirkan fasilitas sosial, ruang aktivitas masyarakat, hingga peluang usaha bagi pelaku UMKM.

Prosesi serah terima berlangsung di Balai Nusantara HWB Purwakarta, Sabtu (31/10/2026), dan dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Purwakarta, mulai dari Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Entin Suryatin, Kepala Dinas PUTR Didi Garnadi, Camat Bungursari Wita Gusrianita, Kepala Desa Karangmukti H. Endin Jaenudin, hingga jajaran manajemen HWB.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Purwakarta, Entin Suryatin, berharap proses pembangunan dan serah terima berjalan lancar sehingga semakin banyak keluarga bisa mendapatkan hunian yang layak dan nyaman.

Advertisement

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Didi Garnadi mengingatkan pentingnya infrastruktur pendukung, seperti akses jalan, drainase, kebersihan, dan penataan lingkungan.

Dari sisi masyarakat, kehadiran HWB juga dinilai membawa peluang baru. Camat Bungursari Wita Gusrianita berharap kawasan tersebut dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus tempat berkumpul dan berinteraksi masyarakat.

Kepala Desa Karangmukti H. Endin Jaenudin juga berharap kehadiran penghuni baru dapat berjalan beriringan dengan masyarakat setempat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, bersih, dan harmonis.

Daya tarik HWB Purwakarta salah satunya terletak pada harga hunian yang ditawarkan mulai Rp98 juta.

Tersedia pilihan rumah satu, dua, hingga tiga kamar tidur dengan desain yang mengutamakan fungsi ruang, pencahayaan alami, sirkulasi udara, dan area parkir.

Bahkan, tersedia skema cicilan tertentu mulai sekitar Rp600 ribu per bulan selama 40 bulan, sesuai ketentuan yang berlaku.

Sejak diluncurkan, penjualan HWB Purwakarta diklaim telah mencapai lebih dari 2.000 unit. Kawasan ini juga memperoleh pengakuan dari Indonesia Property Watch (IPW) sebagai Rumah Komersial Non-Subsidi Dua Lantai dengan Harga Paling Terjangkau se-Indonesia pada 22 September 2026.

CEO IPW Ali Tranghanda menilai, pembangunan hunian harus memperhatikan keterjangkauan harga, lokasi, serta kualitas lingkungan agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Deputy COO Hunian Warisan Bangsa, I Putu Adi Sastrawan, menegaskan bahwa konsep pengembangan HWB bukan hanya menyediakan bangunan rumah.

Menurutnya, kawasan tersebut dirancang menjadi lingkungan tempat keluarga membangun kehidupan dan masa depan.

Untuk menunjang kehidupan penghuni, HWB Purwakarta telah menghadirkan Masjid Tajug Istimewa Nusantara yang diresmikan pada 30 Januari 2026.

Berbagai kegiatan masyarakat juga mulai digelar, mulai dari bazar kuliner, pasar malam, musik langsung, lomba anak-anak, senam, tari tradisional hingga bersepeda bersama.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka.

Selain itu, tersedia Griya Niaga, kawasan komersial dengan ruko tiga lantai yang disiapkan untuk mendukung kegiatan usaha dan kebutuhan penghuni.

Sejumlah usaha yang telah beroperasi di kawasan ini antara lain Toko MAMA, FmX, Bank Nobu, serta pusat kuliner dan UMKM.

Ke depan, HWB Purwakarta direncanakan mampu menampung lebih dari 30.000 penduduk.

Dengan dimulainya serah terima 1.500 unit, tantangan berikutnya adalah memastikan kawasan ini terus berkembang, bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi lingkungan yang nyaman, produktif, dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.***

Ditulis oleh Ega Nugraha