Antisipasi Kemarau Panjang, BBWS Siapkan Torn Air Jumbo di Wilayah Rawan Kekeringan

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro. zag

POJOKJABAR.com, CIREBON – Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung telah menyiapkan langkah-langkah yang strategis untuk mengantisipasi bencana kekeringan panjang yang telah diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bahwa disebagian wilayah Jawa Barat musim kemarau tahun 2023 akan datang lebih awal dari kemarau sebelumnya.


Hal tersebut disampaikan Kepala BBWS Cimancis, Dwi Agus Kuncoro usai mengelar acara Open Mic dibilangan Jalan Pemuda Kota Cirebon, Jumat (14/4).

Agus mengklaim sudah melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan, baik diwilayah pemukiman penduduk maupun diwilayah lahan pertanian agar bencana kemarau panjang atau fenomena el-nino sebagaimana prediksi BMKG dapat diminimalisir dampaknya.

“BBWS Cimancis akan menyebarkan bak penampungan air atau torn air jumbo di lahan-lahan persawahan diwilayah hilir yang rawan kekeringan,” ujarnya.


Agus mengaku pihaknya tidak bisa bekerja maksimal dalam menanggulangi kekeringan dilahan persawahan, karena diperlukan kordinasi lintas sektoral dengan Dinas-dinas di Kabupaten yang ada diwilayah Kerja BBWS Cimanuk Cisanggarung.

“Jadi yang mengetahui lahan sawah yang kritis adalah para penyuluh Pertanian, diharapkan para penyuluh Pertanian dapat memberikan laporan pada BBWS,” kata Agus.

Agus juga mengaku dilapangan sering terjadi permasalahan kecurangan air irigasi yang dilakukan oknum-oknum masyarakat, untuk itu BBWS telah melakukan kordinasi dengan institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya Kodam III Siliwangi untuk mengantisipasi aksi premanisme air.

“Kami sedang melakukan memodernisasi pintu-pintu air irigasi dengan sistem elektronik produk dalam negeri dan menggandeng TNI untuk pengamanan agar pemanfaatan air dapat dimaksimalkan untuk ketahanan pangan Nasional,” ujarnya.

(zag/pojokjabar)