POJOKJABAR.com – Sebanyak 120 petarung dari berbagai daerah di Indonesia bersiap unjuk kemampuan dalam ajang Cirebon Fight Arena Competition Vol. 2 yang memadukan olahraga boxing dan Muay Thai.
Tak sekadar menguji teknik dan mental di atas ring, kompetisi ini juga menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menjauhi bullying, narkoba, dan kenakalan remaja.
Ajang pertarungan tersebut berlangsung di Jalan Ambon, kawasan Pelabuhan Kota Cirebon, tepatnya di samping Pelindo. Para petarung datang dari sejumlah daerah, mulai dari Papua, Jambi, Jawa Barat hingga Jawa Tengah.
Promotor Cirebon Fight Arena Competition Vol. 2, Donny Tan, mengatakan sebanyak 120 peserta terbagi dalam dua kategori, yakni boxing dan Muay Thai. Kedua kategori dipertandingkan secara terpisah karena memiliki aturan, perangkat juri, serta asosiasi yang berbeda.
“Fighter yang mengikuti ada 120 peserta. Mereka dibagi menjadi petarung dengan aturan boxing dan petarung dengan aturan Muay Thai. Keduanya tidak dicampur karena aturan pertandingannya berbeda,” ucanya Minggu (24/10/2026).
Menurutnya, kompetisi ini bukan sekadar kejuaraan olahraga yang digelar untuk mengejar kemenangan. Lebih dari itu, Cirebon Fight Arena menjadi bagian dari upaya mengarahkan energi anak muda ke aktivitas yang produktif sekaligus memerangi bullying dan narkoba.
Donny menilai persoalan perundungan di kalangan anak muda perlu mendapat perhatian serius karena dampaknya dapat berujung pada kekerasan hingga hilangnya nyawa.
“Melalui olahraga bela diri, generasi muda diharapkan memiliki ruang untuk mengembangkan bakat, membangun kedisiplinan, serta menyalurkan energi secara terarah,”ucapnya
Ia menyebut Cirebon Fight Arena telah beberapa kali menggelar kegiatan di Kota Cirebon. Kompetisi Vol. 2 ini menjadi salah satu upaya untuk terus memperluas ruang pembinaan bagi para petarung lokal.
Dukungan terhadap penyelenggaraan kompetisi juga datang dari Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Harry Saputra Gani. Ia menilai olahraga tarung dapat menjadi sarana positif untuk mengalihkan energi anak muda yang berpotensi terlibat dalam tawuran maupun kenakalan remaja.
Harry mengapresiasi inisiatif Donny Tan yang menghadirkan ring sebagai tempat bagi anak muda untuk menguji kemampuan secara sportif, alih-alih melampiaskan emosi melalui kekerasan di jalanan.
“Daripada menjadi kenakalan remaja, lebih baik disalurkan menjadi prestasi. Anak-anak yang kelebihan energi dan suka tawuran sekarang punya ring untuk bertanding, jadi tidak perlu tawuran lagi,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang dan membuka lebih banyak kesempatan bagi atlet muda untuk berprestasi.
Harry juga mendorong terbangunnya sinergi antara pemerintah daerah dan promotor lokal agar kompetisi olahraga tarung di Kota Cirebon semakin berkualitas.
“Kami mendorong promotor lokal perlu mendapat dukungan agar mampu membawa atlet dan penyelenggaraan olahraga dari tingkat daerah menuju panggung nasional hingga internasional,” tuturnya
Sementara itu, Ketua KPAID Cirebon, Fifi Sopiah, menilai kompetisi boxing dan Muay Thai memiliki nilai positif dalam membentuk karakter generasi muda, terutama dalam mengelola emosi dan menanamkan sportivitas.
“Kami ingin peserta mampu menjadikan ring sebagai tempat menyalurkan kemampuan secara terukur dan disiplin, bukan membawa pertarungan ke jalanan yang berpotensi berujung pada tindak kriminal,” ujarnya
Fifi juga berharap event serupa lebih sering diselenggarakan di Kota Cirebon dengan skala yang semakin besar. Dengan begitu, semakin banyak anak muda yang memiliki kesempatan mengembangkan bakatnya hingga menjadi atlet profesional.
“Melalui Cirebon Fight Arena Competition Vol. 2, olahraga tarung diharapkan tidak hanya melahirkan petarung tangguh, tetapi juga generasi muda yang disiplin, mampu mengendalikan emosi, menjunjung sportivitas, serta menjauhi bullying dan narkoba,”pungkasnya.***