Skip to content
Pojok Jabar
Minggu, 18 Oktober 2026

Pertamina Ubah Sampah Organik Jadi Peluang bagi Petani Sukapura di Tasikmalaya

, · 15:15 WIB ·

POJOKJABAR.com, Tasikmalaya – Di tengah tingginya biaya pupuk yang menjadi tantangan bagi petani, sampah organik yang kerap dianggap tidak bernilai justru menyimpan potensi untuk menjadi solusi.

Advertisement

Sisa makanan dan daun kering yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi pupuk kompos untuk mendukung kebutuhan pertanian.

Melihat potensi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Fuel Terminal (FT) Tasikmalaya mendorong masyarakat Desa Sukapura, Tasikmalaya, untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk yang bermanfaat sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan dan kelestarian lingkungan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos bagi petani dan masyarakat Desa Sukapura yang dilaksanakan pada Rabu (14/10).

Advertisement

Pelatihan yang berlangsung di Balai Arboretum The Gallery of Sukapura ini dipandu oleh Irvandi, praktisi lingkungan sekaligus local hero binaan FT Tasikmalaya melalui program Katasik Ar-Razaq.

Kegiatan ini diikuti oleh 13 peserta, termasuk petani penggarap, masyarakat setempat, dan dua mahasiswa Universitas Siliwangi yang tengah melakukan penelitian.

Dalam pelatihan ini, peserta mempraktikkan secara langsung pengolahan sampah organik menjadi kompos menggunakan drum komposter berkapasitas 120 liter.

Proses pengomposan membutuhkan waktu sekitar 4–6 minggu dan menghasilkan kompos padat serta cairan yang berpotensi diolah lebih lanjut menjadi pupuk organik cair (POC).

Untuk mendukung keberlanjutan program, Pertamina turut memfasilitasi pembangunan saung, dua unit drum komposter, saung edukasi, serta papan edukasi pengolahan sampah di Bumi Perkemahan Arboretum The Gallery of Sukapura.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB melalui FT Tasikmalaya, yaitu Arboretum The Gallery of Sukapura, yang diinisiasi untuk mendukung konservasi keanekaragaman hayati.

Program ini mencakup perlindungan terhadap 140 jenis flora dilindungi dan 475 jenis flora lainnya, sekaligus mendukung penyerapan karbon dioksida (CO₂).

Pengembangan kawasan sebagai area perkemahan (camping ground) juga diharapkan dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Praktisi lingkungan sekaligus local hero, Irvandi, menjelaskan bahwa pengolahan sampah organik menjadi kompos dapat menjadi solusi sederhana bagi para petani di Desa Sukapura.

“Kompos ini mudah dibuat dari sampah dapur dan daun kering di sekitar kita. Dengan drum komposter, warga bisa menghasilkan pupuk sendiri, mengurangi sampah, dan memanfaatkannya untuk lahan pertanian,” ujar Irvandi.

Pengelola Bumi Perkemahan Arboretum The Gallery of Sukapura, Teten, mengapresiasi pelatihan dan fasilitas yang diberikan karena dapat membantu masyarakat memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk untuk lahan garapan.

“Terima kasih, Pertamina. Kami merasa terbantu dengan pelatihan dan fasilitas yang diberikan. Harapannya, kompos yang dihasilkan bisa digunakan untuk lahan garapan kami dan kegiatan ini dapat terus berlanjut serta memberikan manfaat bagi petani di Desa Sukapura,” ujar Teten.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB, Reno Fri Daryanto, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan upaya Pertamina dalam mendorong masyarakat mengelola sampah secara produktif sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong masyarakat memanfaatkan sampah organik menjadi sesuatu yang bernilai guna. Selain mengurangi sampah, upaya ini diharapkan dapat membantu petani memenuhi kebutuhan pupuk secara mandiri sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Reno.

Pelatihan pengolahan sampah organik ini sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mendorong pemberdayaan masyarakat desa serta menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Ditulis oleh Kiki