POJOKJABAR.com, Jakarta – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Integrated Terminal (IT) Jakarta bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta meresmikan pemasangan fasilitas penghalang sampah (trash barrier) sepanjang 50 meter sekaligus menggelar aksi bersih pantai pada Selasa (13/10) di Suaka Margasatwa Pulau Rambut, Kepulauan Seribu.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Konservasi Bangau Bluwok, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga Regional JBB bersama BKSDA Jakarta yang telah berjalan sejak 2022.
Program ini bertujuan melestarikan bangau bluwok (Mycteria cinerea) yang berstatus terancam punah melalui penanaman mangrove, pemantauan satwa, aksi bersih sampah, dan pemasangan trash barrier.
Penerima manfaat program ini adalah bangau bluwok dan ekosistem Suaka Margasatwa Pulau Rambut. Pada 2025, tercatat sebanyak 280 individu bangau bluwok, terdiri atas 150 induk dan 130 anakan.
Peresmian trash barrier ini menjadi puncak rangkaian pemasangan fasilitas yang telah dilaksanakan pada 23 Agustus – 2 September 2026.
Fasilitas sepanjang 50 meter tersebut diharapkan dapat mengurangi masuknya sampah ke area penanaman mangrove yang menjadi bagian dari kegiatan konservasi IT Jakarta.
Kegiatan ini melibatkan Pertamina, BKSDA Jakarta, serta IDSurvey Group yang terdiri atas PT SUCOFINDO, PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), dan PT Surveyor Indonesia.
Kegiatan ini juga didukung oleh Pemerintah Kelurahan Pulau Untung Jawa, komunitas Sobat Bluwok, dan Waste4Change.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan, serta pemaparan mengenai sejarah dan pentingnya konservasi Suaka Margasatwa Pulau Rambut, dilanjutkan dengan peresmian trash barrier.
Selanjutnya, peserta mengikuti aksi bersih pantai dengan mengumpulkan dan memilah sampah anorganik serta residu.
Sampah yang terkumpul kemudian ditimbang dan dibawa oleh Waste4Change ke fasilitas pemulihan material untuk dipilah dan dikelola sesuai jenisnya.
Hasil pengelolaan didokumentasikan melalui Waste Journey Report, sementara pengecekan kondisi trash barrier dilakukan sebagai bagian dari upaya pengendalian sampah secara berkelanjutan di kawasan konservasi.
Kepala Unit TJSL SUCOFINDO, Nuri Hidayat, menyampaikan bahwa inisiatif ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam pelestarian lingkungan melalui kolaborasi antarpemangku kepentingan.
“Inisiatif ini merupakan wujud komitmen TJSL dalam pelestarian lingkungan melalui kolaborasi. Kami berharap pemasangan trash barrier diikuti pemantauan dan pengelolaan sampah secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Nuri.
Perwakilan BKSDA Jakarta, Vika Triestyana, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam menjaga kawasan konservasi Suaka Margasatwa Pulau Rambut. Ia menekankan bahwa pemasangan fasilitas pengendalian sampah perlu diikuti dengan tindak lanjut yang konsisten.
“Kami mengapresiasi Pertamina dan seluruh pihak yang terlibat. Pemasangan trash barrier ini merupakan langkah awal dari upaya kita menjaga Suaka Margasatwa Pulau Rambut. Setelah fasilitas terbangun, pemantauan, aksi bersih sampah, dan pengelolaan secara berkelanjutan tetap perlu dilakukan agar manfaatnya bagi kawasan konservasi dapat terus terjaga,” ujar Vika.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Reno Fri Daryanto, menegaskan bahwa pengelolaan sampah merupakan bagian penting dalam mendukung keberlanjutan program konservasi perusahaan.
“Pertamina berkomitmen mendukung Konservasi Bangau Bluwok melalui perlindungan habitat dan pengendalian sampah di kawasan konservasi. Melalui kolaborasi pemasangan trash barrier dan aksi bersih pantai, kami berharap upaya ini dapat terus berlanjut untuk menjaga kelestarian Suaka Margasatwa Pulau Rambut,” ujar Reno.
Kegiatan ini juga sejalan dengan Asta Cita kedelapan pemerintah yang menekankan penguatan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan dan alam.
Kolaborasi dalam pengendalian sampah dan pemeliharaan kawasan konservasi menjadi bentuk kontribusi perusahaan bersama para mitra dalam mendukung arah pembangunan tersebut.