Skip to content
Pojok Jabar
Rabu, 7 Oktober 2026

Jatuh dari Lantai 4, 4 Tahun Belum Bisa Jalan Normal, Eman : “Saya Ingin Sehat Seperti Dulu”

, · 15:45 WIB ·
Foto : Eman Sulaeman berdiri dengan kondisi masih mengalami keterbatasan berjalan setelah mengalami kecelakaan kerja dan terjatuh dari lantai empat pada 2022.(Pojoksatu/Istimewa).

POJOKJABAR.Com, PURWAKARTA – Empat tahun berlalu sejak Eman Sulaeman (30), warga Kampung Pasirbondol RT 05/RW 02, Desa Cirama Hilir, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, mengalami kecelakaan kerja.

Advertisement

Namun, waktu ternyata belum sepenuhnya mengembalikan kondisi Eman seperti sebelum kecelakaan.

Dulu, berjalan dan bekerja merupakan aktivitas biasa baginya. Kini, untuk sekadar melangkahkan kaki dengan normal, Eman masih harus berjuang.

Ia bahkan menggambarkan kondisinya seperti kembali belajar berjalan.

Advertisement

Kecelakaan itu terjadi pada 2022 ketika Eman bekerja mengangkut material ke lantai empat sebuah bangunan. Menurut pengakuannya, material tersebut diangkut menggunakan drum dengan alat pengendali jarak jauh.

Saat berada di lantai empat, Eman mengaku kehilangan pijakan. Salah satu kakinya tidak mampu menopang tubuh hingga akhirnya ia terjatuh dari ketinggian.

“Saat itu kaki saya tidak bisa menapak. Saya langsung jatuh,” kata Eman kepada media, Selasa (6/10/2026).

Akibat kejadian tersebut, Eman mengaku mengalami cedera pada bagian tulang belakang. Ia kemudian menjalani perawatan hingga operasi di rumah sakit.

Untuk biaya pengobatan, Eman mengaku menggunakan BPJS miliknya sendiri.

Namun, operasi dan perawatan medis ternyata belum mengembalikan kondisi tubuhnya seperti semula.

Eman mengaku kakinya sempat mengalami kekakuan dan mati rasa. Ia juga harus menggunakan tongkat untuk membantu aktivitas berjalan.

Kini, tongkat tersebut sudah tidak lagi digunakannya. Meski demikian, Eman mengaku masih belum mampu berjalan normal.

“Sekarang sudah lepas tongkat. Tapi kalau berjalan masih seperti bayi belajar jalan. Belum bisa seperti dulu,” tuturnya.

Kondisi tersebut membuat kehidupan Eman berubah. Aktivitas yang sebelumnya dapat dilakukan dengan mudah kini harus dijalani dengan keterbatasan.

Ia pun berharap dapat kembali sehat sehingga bisa bekerja dan menjalani kehidupan seperti sebelum kecelakaan.

Eman mengaku setelah kejadian sempat mendapatkan bantuan sekitar Rp500 ribu dari pihak mandor.

Namun, menurut dia, bantuan tersebut belum menyelesaikan persoalan biaya pengobatan maupun pemulihan yang masih dijalaninya.

Karena persoalan tersebut belum kunjung menemukan penyelesaian yang diharapkannya, Eman kemudian menyampaikan kisahnya melalui media sosial dan meminta perhatian serta bantuan Kang Dedi Mulyadi (KDM).

Eman berharap keluhannya mendapat perhatian sehingga persoalan kecelakaan kerja yang dialaminya dapat memperoleh jalan keluar.

Bagi Eman, persoalan tersebut bukan semata-mata soal uang.

Ia ingin kembali menjalani kehidupan secara normal, bekerja, dan berjalan tanpa rasa keterbatasan yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari kesehariannya.

“Saya hanya ingin sehat lagi seperti dulu,” ujarnya.

Harapan sederhana itu yang hingga kini terus ia pegang.

Hampir empat tahun setelah terjatuh dari lantai empat, Eman masih harus berjuang dengan langkahnya.

Dari seorang pekerja yang terbiasa bekerja di lapangan, kini ia harus kembali belajar melakukan sesuatu yang dahulu begitu sederhana: berjalan.

Eman juga mengaku pihak perusahaan memasang plang dan menutup lokasi setelah kejadian.

Namun, mengenai kondisi dan alasan penutupan tersebut, masih diperlukan konfirmasi dari pihak perusahaan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan maupun mandor yang disebut Eman belum memberikan keterangan. Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi dan hak jawab dari pihak terkait.

Ditulis oleh Ega Nugraha