Mang Aten dan Mitos Uang di Jalan: Benarkah Bisa Bawa Sial?

Foto : Mang Aten melayani pembeli di tengah aktivitasnya berjualan jajanan. Dari usaha sederhana ini, ia berjuang memenuhi kebutuhan keluarganya.(Pojoksatu/Rohendi)

POJOKJABAR.COM, KARAWANG — Bagi sebagian pedagang, mencari rezeki bukan hanya soal berjualan, tetapi juga menjaga keyakinan dan prinsip dalam menjalani usaha.


Hal itu pula yang dirasakan Andre Haerudin alias Mang Aten, seorang pedagang jajanan yang setiap hari berjualan cimin, maklor, dan kwetiau dari pagi hingga malam.

Di tengah aktivitasnya berjualan, Mang Aten mengenal sebuah mitos yang cukup populer di kalangan masyarakat, yakni larangan mengambil uang yang tergeletak di jalan karena dipercaya bisa membawa kesialan atau mengganggu kelancaran rezeki.

Mang Aten mengatakan, dirinya memilih tidak sembarangan mengambil uang yang ditemukan di jalan.


«“Kalau saya lihat ada uang di jalan, lebih baik jangan diambil. Kita nggak tahu itu uang siapa. Takutnya bukan rezeki kita,” ujar Mang Aten saat ngobrol bareung Pojoksatu Sabtu (22/8/2026).

Bagi Mang Aten, rezeki justru harus dicari dengan cara bekerja. Setiap hari ia mulai berjualan sekitar pukul 06.00 WIB hingga 19.00 WIB.

Dengan modal sekitar Rp150 ribu, ia berharap dagangannya bisa menghasilkan hingga sekitar Rp350 ribu dalam sehari.

“Saya lebih percaya rezeki itu dari jualan. Yang penting kita kerja, usaha, dan jangan mengambil hak orang lain,” katanya.

Meski demikian, kepercayaan mengenai uang yang tergeletak di jalan tetap menjadi bagian dari cerita dan mitos yang berkembang di masyarakat.

Belum ada bukti ilmiah bahwa mengambil uang di jalan dapat menyebabkan kesialan.

Yang jelas, jika menemukan uang di jalan, ada baiknya tidak langsung menganggapnya sebagai rezeki pribadi. Bisa jadi uang tersebut merupakan milik seseorang yang sedang kehilangan.

Bagi Mang Aten, ada satu hal yang lebih penting dari sekadar mitos, berusaha dengan cara yang baik dan mendapatkan rezeki dari hasil kerja sendiri.