Skip to content
Pojok Jabar
Kamis, 8 Oktober 2026

Legenda Rujak Petis Rp10 Ribu di Tengah Kota Karawang, Racikan Mang Ejen Bikin Semua Kalangan Ketagihan

, · 14:31 WIB ·
Gerobak rujak petis Mang Ejen di pusat Kota Karawang yang selalu ramai antrean dari berbagai kalangan, dari ASN hingga masyarakat umum.

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Di tengah pesatnya perkembangan industri dan wajah modern Kota Karawang, tersimpan kisah sederhana tentang cita rasa yang tetap bertahan dari waktu ke waktu.

Advertisement

Di antara ramainya aktivitas pusat kota, berdiri sebuah gerobak sederhana milik Mang Ejen, perantau asal Garut yang menggantungkan hidup dari racikan rujak petis khasnya.

Mang Ejen bukan hanya penjual rujak biasa. Ia menjadi simbol perjuangan seorang perantau yang mampu menghadirkan kebersamaan lintas kalangan melalui kuliner tradisional.

Dengan harga yang sangat ramah di kantong, hanya Rp10.000 per porsi, rujak petis buatannya tetap menjadi favorit di tengah tingginya biaya hidup kota industri.

Advertisement

Keunikan rujak Mang Ejen terletak pada bumbu petis racikannya yang khas. Perpaduan rasa manis, pedas, dan gurih menyatu sempurna, meresap ke dalam potongan buah segar seperti bengkuang, kedondong, dan jambu air.

“Kuncinya ada di bumbu dan kualitas buah. Saya ingin semua orang bisa menikmati makanan enak tanpa harus mahal,” ujar Mang Ejen saat melayani pembeli, Jumat (10/4/2026).

Pemandangan menarik kerap terlihat di sekitar lapaknya. Beragam kalangan mulai dari anggota TNI, ASN, hingga masyarakat umum dan pengemudi ojek online, tampak mengantre tanpa sekat.

Cita rasa yang cocok di berbagai lidah membuat Mang Ejen memiliki pelanggan setia dari berbagai latar belakang.

Bagi para pekerja kantoran di pusat kota, rujak ini menjadi pilihan untuk melepas penat saat waktu istirahat.

Sebagai perantau dari Garut, Mang Ejen membawa semangat kerja keras dan ketekunan. Berjualan di pusat Karawang bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga bentuk tanggung jawab untuk keluarga di kampung halaman.

Kejujuran dan keramahan menjadi kunci utama dalam mempertahankan usahanya, selain kualitas rasa yang terus dijaga.

Di tengah maraknya kuliner modern dan makanan cepat saji di pusat perbelanjaan, keberadaan Mang Ejen membuktikan bahwa kuliner tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

Bagi siapa pun yang melintas di pusat Kota Karawang, aroma khas petis dari gerobak Mang Ejen seolah menjadi daya tarik tersendiri untuk singgah.

Dengan hanya Rp10.000, siapa saja bisa menikmati kelezatan sederhana yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam satu rasa. (Rohendi/Pojoksatu)

 

Ditulis oleh Ega Nugraha