Lakukan Pengabdian Masyarakat, Mahasiswa Pascasarjana UPI Berikan Materi tentang Matematika kepada Santri

Upi

POJOKJABAR.COM, Bandung – Matematika bisa juga menyenangkan. Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Matematika UPI melakukan pembelajaran dengan cara ini.


Untuk mewujudkan pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ketiga yaitu pengabdian masyarakat, Mahasiswa pascasarjana Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengadakan program pengabdian masyarakat berupa belajar matematika dengan menarik dan menyenangkan.

Dengan tim pelaksana yang diketuai oleh Sendi Yoga Agustin, S.Pd. serta anggota tim terdiri dari 13 Orang, yaitu Diana Ayu Wulandari, S.Pd., Khairini Atiyah, S.Pd., Yani Astika Lomri, S.Pd., Bernadetha Silaban, S.Pd., Rostika Nurlaela Nova, S.Pd., Khairunnisa Harahap, S.Pd., Farah Ayyun Taqiya, S.Mat., Dede Sugiarti S.Si., Dina Mauliddiana, S.Pd., Gustaf Carel, S.Pd., Candra Nugraha, S.Pd., Nurul Fauziah Shiddiq, S.Pd., dan Ahmad Rifai Nurdiansyah, S.Pd.. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Tahfidz Yatim Piatu Bustanul Arifin yang berada di Kabupaten Bandung Barat tepatnya di Kecamatan Cililin.

Kegiatan yang diadakan pada tanggal 10 Desember 2022 ini bertemakan “Sosialisasi Pembelajaran Matematika Melalui Demonstrasi Media Pembelajaran” dan dibagi menjadi 4 rangkaian acara.


Acara pertama yaitu pembukaan, Kedua yaitu Kegiatan Inti, Ketiga yakni Penilaian, Terakhir kegiatan penutupan.

Pada kegiatan pembukaan, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran yang sangat indah dilantunkan oleh santri di pondok tersebut, lalu sambutan dari Ketua Pelaksana, Kepala Sekolah dan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bustanul Arifin, yaitu Bapak Drs. H. Dodi Suwandi. Setelah itu, dibuka secara resmi oleh Bapak Dr. H. Dadang Juandi, M.Si. selaku Ketua Program Studi Pascasarjana Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Indonesia melalui zoom.

Ketua Pelaksana, Sendi Yoga Agustin melaporkan bahwa terdapat 14 mahasiswa yang ikut bersinergi pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut. Kegiatan tersebut diadakan selama satu hari.

“Kegiatan utama diadakan program ini adalah untuk membantu siswa SMP agar belajar matematika dan menganggap bahwa matematika adalah ilmu yang menyenangkan, selain berbagi ilmu dan kebahagian kegiatan ini sekaligus berbagi materi berupa donasi, ” terang Sendi.

Sendi menambahkan, bahwa kegiatan ini sekaligus untuk upaya mengimplementasikan teori kependidikan dan konten kematematikaan pada masyarakat guna meningkatkan permasalahan teori dan konten di lapangan,” jelasnya.

Setelah kegiatan dibuka secara resmi oleh ketua prodi, Kegiatan inti pengabdian ini berupa pembalajaran matematika yang pasti disukai oleh siswa. Inovasi pada pembelajaran yaitu berupa kegiatan post to post. Agar lebih dapat dimengerti, pembelajaran dilengkapi oleh media pembelajaran matematika.

Berikut adalah materi dan media pembelajaran matematika yang diajarkan:
Materi statistika melalui media Menara Statistika,lalu Materi bilangan berpangkat melalui media “Koper Berangkat “, Materi persamaan linear satu variabel melalui media “Timbangan PLSV”.

Selain pembelajaran, terdapat kegiatan fun games yang diikuti oleh siswa.

Setelah kegiatan inti, dilanjutkan oleh kegiatan penilaian. Pada kegiatan ini, siswa diberikan angket dan wawancara untuk mengetahui respon terhadap pembelajaran yang telah diajarkan.

Salah satu santri yang diminta komentarnya, mengaku senang dengan kegiatan ini.

“Saya seneng banget ada kegiatan ini, acaranya seru. Aku juga bisa ngerti materi yang selama ini aku gagal faham. Media matematikanya lucu-lucu dan gemas warna-warni. Kalau buat games-nya, aku pengennya lebih lama lagi, soalnya seneng banget”, Ujar salah satu siswa yang mengikuti pembelajaran.

Setelah itu, kegiatan penutup diakhiri dengan penyerahan plakat lalu pemberian donasi berupa uang tunai dari pihak mahasiswa kepada pihak yayasan.

“Alhamdulillah, donasi dan kegiatan pembelajaran ini sangat berguna untuk siswa disini, semoga dengan donasi ini siswa dapat makan, sekolah dan tinggal di pesantren ini dengan layak. Tidak ada lagi puasa karena kekurangan makanan. Kami sangat berterimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi” Ujar Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bustanul Arifin.

Kegiatan pengabdian ini rupanya cukup sukses dalam meningkatkan permasalahan teori dan konten di Pondok Pesantren Bustanul Arifin.

Selain itu, mini games yang diadakan akan mendorong karakter anak agar lebih percaya diri dan dapat tanggap dalam menunjukkan kemampuannya. Donasi yang diberikan pun akan sangat bermanfaat bagi keberlangsungan pondok. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan menjalin hubungan yang saling menguntungkan.