Penghapusan Cuti Bersama, ASN Depok Dilarang Cuti Saat Natal dan Tahun Baru

ASN-Kota-Depok-1
Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN).

POJOKJABAR.com, Depok – Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Depok, jangan sekali-kali nekat kalau tidak mau kena sanksi. Rabu (27/10/2021), pemerintah menetapkan keputusan terkait penghapusan cuti bersama sejak 24 Desember 2021 atau menjelang Hari Natal dan Tahun Baru.


Pemerintah juga melarang ASN mengambil cuti dan memanfaatkan momentum hari libur nasional di akhir tahun. Keputusan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Menteri PAN-RB Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah dan/atau Cuti Bagi ASN Selama Hari Libur Nasional Tahun 2021.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Novarita mengungkapkan, kebijakan tersebut akan diikuti setiap kota dan kabupaten. Mengingat, ini demi mengedalikan pergerakan agar terhindar pesebaran Covid-19.

“Depok akan mengikuti aturan tersebut, hanya saja saat ini sedang ada pembahasan dengan Satgas Penangana Covid-19 Kota Depok,” singkatnya kepada Harian Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Rabu (27/10/2021).


Sementara, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy menyebut, kebijakan itu ditujukan untuk mengendalikan pergerakan massa di akhir tahun. Sebab, resiko penularan Covid-19 masih terjadi.

“Kita upayakan menekan sedikit mungkin yang akan bepergian. Dan ini sudah diberi pagar-pagar pembatasan. Mulai dari tidak adanya libur cuti bersama. Kemudian pelarangan mereka untuk mengambil cuti akan kita lakukan,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (27/10/2021).

Menurut dia, kebijakan tersebut memerlukan sosialisasi lebih masif kepada masyarakat yang dilakukan oleh pihak kepolisian, dinas perhubungan, dan juga media massa. Ini perlu dilakukan agar masyarakat lebih memaklumi keadaan yang ada dan tidak nekat melanggar.

“Saya mohon nanti ada kampanye besar-besaran untuk menghimbau masyarakat agar tidak bepergian. Tidak pulang kampung, atau berpergian atas tujuan-tujuan yang tidak primer,” tuturnya.