Komisi IV Desak Pengadaan Mebeler

Murid-murid di sekolah ini belajarnya di lantai karena belum ada meja dan kursi.

Murid-murid di sekolah ini belajarnya di lantai karena belum ada meja dan kursi.

POJOKJABAR.com, CIKARANG PUSAT – Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi mendesak agar pengadaan mebeler untuk SD dan SMP harus dilakukan di tahun ini. Karena sudah dua tahun Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi selalu gagal lelang sehingga tidak ada pengadaan mebeler.

“Makanya komisi IV sudah menekankan pada pembahasan APBD 2017 untuk penggaran mebeler terutama sekolah yang ketinggalan mendapatkan mebeler, kan tidak lucu kalau anak pada deprok sekolahnya, padahal anggaran di Dinas Pendidikan besar,” kata Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Nurdin Muhidin.

Dikatakan Nurdin, tidak adanya mebeler di SDN Sindangmulya 02 Cibarusah karena pembangunan tidak sepaket dengan pengadaan mebeler. Sehingga ketika pembangunan gedung sudah selesai tetapi tidak disertakan dengan mebeler.

“Itukan di dapil saya, makanya kita mau lihat nih OPD baru di Dinas Pendidikan dengan adanya bidang baru seperti apa kinerjanya di lapangan, karena kalau ke depan kan nanti PUPR yang menangani langsung membangun sekolah sepaket dengan mebelernya,” tuturnya.

Baca Selengkapnya:Miris! Gedung Mewah tapi Belajar Deprok

Baca Selengkapnya: Baru Sebatas Diupayakan

“Kita juga akan sidak lagi ke lapangan mana sekolah yang belum ada mebelernya dan sekolah yang tidak diperhatikan baik sekolah lama atau sekolah baru,” lanjutnya.

Menurut Nurdin, Dinas Pendidikan seharusnya menginventarisir kembali sekolah yang belum memiliki sarana, termasuk sekolah yang rusak. Agar ke depan sudah ada skala prioritas, terutama pengadaan sarana sekolah.

“Ke depan program mereka seharusnya bagus dong, masa setiap tahun selalu persoalan sama, kalau tidak mebeler, sekolah ambruk, terus carut marut penerimaan murid baru,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno, mengatakan pada 2017 anggaran untuk mebeler sebesar Rp30 miliar. Anggaran tersebut untuk pengadaan utang mebeler yang belum terlaksana di dua tahun sebelumnya, yaitu untuk SD Rp20 miliar dan SMP Rp10 miliar.

“Ini untuk ruang sekolah yang mebelernya rusak termasuk bangunan yang belum memiliki mebeler,” katanya.

Namun, kata dia, untuk tahun ini PUPR juga menganggarkan Rp22 miliar untuk pengadaan mebeler satu paket dengan pembangunan sekolah. Sehingga ketika bangunan sekolah selesai dibangun, murid sudah bisa menggunakannya.
“Jadi total semuanya Rp55 miliar untuk anggaran mebeler tahun ini,” katanya.

“Di Maret ini kita minta data lagi. Kalau di Maret ini selesai di APBD perubahan kita mau tuntaskan sampai akhir tahun 2017 tidak ada lagi kekurangan mebeler termasuk SDN 02 Sindangmulya sudah masuk makanya kita minta e-katalog aja supaya lebih irit karena termasuk biaya kirim juga,” sambungnya. (dho)

loading...

Feeds

Sayana Apartment

Pembangunan Sayana Apartments Dimulai

DAMAI Putra Group (DPG) dan Nishitetsu Group bekerjasama dalam proyek Sayana Apartments. Hal ini disampaikan oleh Managing Director DPG, Widiastuti …