Miris, 2 Ribu Warga Kota Sukabumi Belum Punya E-KTP

PELATIHAN : Wakil Walikota Sukabumi Achmad Fahmi melakukan membuka acara pelatihan tenaga pengelola sistem informasi administrasi kependudukan di hotel Taman Sari, selasa(08/12/15)

PELATIHAN : Wakil Walikota Sukabumi Achmad Fahmi melakukan membuka acara pelatihan tenaga pengelola sistem informasi administrasi kependudukan di hotel Taman Sari, selasa(08/12/15)


POJOKJABAR.com, CIKOLE – Sekitar 2 ribu warga Kota Sukabumi dinyatakan belum memiliki atau mendapatkan Electronic Kartu Tanda Penduduk (e-KTP), data tersebut berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Sukabumi.

“Memang dulu kita sempat kehabisan blanko tapi sekarang blankonya sudah di drop lagi dari pusat. Yang tersisa hanya 2 ribuan lagi yang belum mendapatkan e-KTP,” ujar  Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Sukabumi Asep Muliasutisna seusai acara Pelatihan Tenaga Pengelola Sistem Informasi Administrasi Kependudukan di salah satu hotel, kemarin.

Bagi warga yang belum mendapatkan KTP elektronik tapi sudah melakukan perekaman bisa datang ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Sebab, saat ini pencetakan KTP elektronik dipusatkan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

“Bagi wajib KTP yang belum melakukan perekaman bisa datang ke kantor kecamatan di mana mereka berdomisili untuk entry data,” tuturnya.

Sementara itu, untuk se-Indonesia jumlah wajib KTP tercatat sebanyak 183 juta jiwa. Warga yang sudah melakukan perekaman sebanyak 153 juta. Sedangkan wajib KTP yang sudah mendapatkan KTP elektronik sebanyak 149 juta.

“Tinggal tersisa sekitar 6 juta warga lagi yang belum mendapatkan KTP elektronik. Artinya, se- Indonesia yang sudah mendapatkan KTP elektronik itu sudah mencapai 80%,” bebernya.

Mengenai pelatihan  tenaga pengelola SIAK itu untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas. Para tenaga pengelola yang terdiri dari kepala seksi pemerintahan di tingkat kecamatan dan kelurahan serta operator di tingkat kecamatan, terus didorong untuk meningkatkan keseriusan mereka dalam penanganan data administrasi kependudukan.

“Saat ini aplikasi SIAK sudah menggunakan versi 5. Kesiapan dari sumber daya manusia sendiri saya kira sudah cukup karena tenaga pengelola maupun operator sudah terbiasa, apalagi aplikasi SIAK versi 5 ini lebih mudah,” jelasnya.

Sementara Wakil Walikota Sukabumi Achmad Fahmi menyayangkan masih adanya warga Kota Sukabumi yang tak menganggap penting dokumen kependudukan. Tingkat kesadaran masyarakat dinilainya masih cukup rendah.

“Contohnya saja KTP, akte kelahiran, atau akte kematian, masih banyak masyarakat yang belum punya,” katanya.

Padahal, lanjut Fahmi dokumen kependudukan itu sangat diperlukan pemerintah untuk menentukan arah kebijakan ke depan. Sebab, dengan adanya data valid kependudukan, maka akan diketahui detail kondisi di suatu RT, RW, kelurahan, dan kecamatan.

“Kami mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Disdukcapil ini karena sinergis dengan kegiatan pengisian data kelurahan yang hari ini (selasa, 08/12/15) juga dilakukan di Balai Kota,” pungkas. (bal/t)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds