Polisi Mulai Periksa Saksi

ISTIMEWA
ISTIMEWA
ISTIMEWA

POJOKJABAR.id, DEPOK – Polda Metro Jaya mulai menyelidiki masalah keabsahan ijazah (SD) milik Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Shomad. Sabtu (29/8), polisi mulai memeriksa sejumlah saksi.

Untuk diketahui, kasus ini dimulai saat seorang warga Cimanggis, Muhammad Thohir Baraba membuat laporan pada Kamis (20/8).

Kepada Radar Depok, si pelapor, Muhammad Thohir Baraba mengatakan, ada beberapa saksi yang akan diperiksa oleh tim penyidik dari Unit I Subdit Resmob Polda Metro Jaya.

Saksi, lanjut Thohir, diperiksa satu persatu secara intensif. “Setelah melapor, kami berharap pihak kepolisian untuk terus bergerak menyelidiki hal ini,” katanya.


Ia menjelaskan, salah satu saksi yang juga diperiksa oleh Polda Metro Jaya adalah Kemo Santoso, pria yang dulu pernah menjabat sebagai Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Depok.

“Saya nilai Kemo yang paham betul akan masalah ini,” tanbah dia.

Lebih lanjut, saksi lain yang renncananya bakal juga diperiksa ialah Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Depok periode 2010, Dinas Pendidikan Setiabudi, serta seorang dari Pesantren Gontor.

Dia berharap agar kasus ini bisa dituntaskan oleh polisi, guna mencari kebenaran. “Kami mengapresiasi langkah Polda Metro Jaya yang sudah menanggapi laporan kami,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Unit I Subdit Tahbang/Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Podiman Togatorop mengatakan jika saat ini pihaknya masih menelusuri data awal kasus ini.

Podiman enggan berandai-andai, apakah penyelidikan yang dilakukannya nantinya bisa sampai ke gagalnya Pilkada Depok 2015, jika Idris ditetapkan tersangka.

“Untuk hal itu, kita koordinasi lagi dengan banyak pihak,” katanya.

Mengenai dampak kasus ini atas proses jalannya pilkada, maka KPU Depok yang lebih mengetahuinya. Ia memastikan jika pihaknya akan menelusuri kasus ini sampai semuanya benar-benar jelas. “Sedikitnya tiga saksi sudah kita dengar keterangannya. Kini kita akan telusuri dari awal, dimana sumber diterbitkannya ijazah SD yang dipermasalahkan itu,” kata Podiman.

Dari sana, kata dia, pihaknya akan melakukan kroscek semua keterangan saksi dengan data di lapangan, selain memanggil beberapa saksi lainnya.

“Ada beberapa barang bukti, berupa dokumen, yang kita dapat dari pelapor. Ini juga kita cek lagi ke pihak atau instansi yang disebut mengeluarkan dokumen itu,” kata Podiman.

Karenanya Podiman memastikan masih perlu waktu bagi pihaknya untuk mengurainya.

Sebelumnya, Idris mempertanyakan motif dari merebaknya masalah ini. Ia mengatakan jika sudah selama lima tahun memimpin Depok, tak ada hambatan dan kendala terkait ijazah palsu. “Saya diterima di SLTP sampai dengan S3 di luar negeri, Alhamdulillah tak ada masalah ijazah SD saya. Jika tiba-tiba ada berita ini, maka ini perlu dipertanyakan motifnya,” ungkap Idris.

Sementara itu, Ketua Bidang Kebijakan Publik DPD PKS Depok, Muttaqin mengaku, sebagai partai pengusung, PKS tidak akan terlalu menghiraukan laporan ini.

Pasalnya, kata dia, laporan terkait dugaan ijazah palsu tersebut sudah pernah dirasakan oleh Idris di Pilkada Depok 2010.

“Pada pilkada sebelumnya (2010), Idris juga pernah dilaporkan isu yang sama. Dan terbukti hingga lima tahun terakhir, Idris masih memimpin Kota Depok (sebagai Wakil Walikota),” tukasnya. (yan/tbn/**/radardepok)