Rawan Gempa, Tambah Rambu Evakuasi Bencana

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Gempa berkekuatan 5.0 Skala Richter melanda wilayah selatan Indonesia, Kamis (27/8/2015) sekitar pukul 23:19 WIB. Gempa yang bersumber dari kedalaman sepuluh kilometer (km) dengan berjarak 235 km Barat Daya Cianjur tersebut tak berpotensi tsunami.

Kebanyakan masyarakat pun justru tak begitu merasakan getaran gempa, hingga tak menimbulkan kepanikan berlebih. Seperti yang dirasakan oleh Abdul Aziz (23) warga Kopem Joglo, Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur.

Ia yang kala itu tengah menonton televisi tak begitu merasakan getaran dari gempa semalam. “Seperti tidak ada gempa, biasa-biasa saja. Padahal saya nonton televisi,” ucap Aziz kepada Radar Cianjur (Grup Pojoksatu), Jumat (28/8/2015).

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Suparman menjelaskan, kendati gempa tersebut tidak begitu terasa dan tidak berpotensi tsunami, pihaknya tetap bersiapsiaga.


“Titik koordinat gempa tersebut, yakni 9.13 Lintang Selatan, 106.31 Bujur Timur, serta kedalaman sepuluh kilometer sebelah barat daya Kabupaten Cianjur, sekitar sebelah selatan pulau jawa. Meski tidak berpotensi tsunami, kami tetap siap siaga. Terlebih, kami punya sistem informasi terpadu yang sudah dipersiapkan menghadapi penanggulangan bencana,” jelas Asep.

Masih kata Asep, dengan sistem yang ia miliki, yakni Early Warning System (EWS), dimana ia beserta seluruh relawan BPBD Kabupaten Cianjur dapat secara berkala memantau potensi-potensi bencana, hingga menjalankan penanggulangan bencana sesuai prosedur.

“Kami menjalin komunikasi dengan relawan yang telah disebar di beberapa kawasan Cianjur, seperti di Sindang Barang, Cidaun, Ciranjang, serta beberapa kawasan lainnya. Dengan adanya deteksi dini tersebut, antisipasi bencana dapat dijalankan secara optimal. Bahkan kami sudah mempersiapkan menghadapi bencana kekeringan yang kini tengah melanda, serta bersiaga menghadapi musim penghujan dimana beberapa kawasan berpotensi terjadi bencana tanah longsor,” imbuhnya.

Asep juga berencana untuk menambah rambu-rambu evakuasi bencana di beberapa titik yang rawan bencana.

“Early Warning System (EWS) sudah disosialisasikan kepada masyarakat. Terlebih, kami juga sudah beberapa kali melakukan simulasi bencana kepada masyarakat. Jadi, apabila terjadi bencana, masyarakat tidak perlu panik,” pesannya. (cr2/dep)