Megapolitan Belum Bebaskan Kontrakan-Rumah

TIDAK ETIS : Inilah belasan bangunan kontrakan yang masih masuk dalam satu lingkungan di SMAN 9 Jalan Bali Blok H RW 13, Perumahan Megapolitan Estate Kelurahan/Kecamatan Cinere.
TIDAK ETIS : Inilah belasan bangunan kontrakan yang masih masuk dalam satu lingkungan di SMAN 9 Jalan Bali Blok H RW 13, Perumahan Megapolitan Estate Kelurahan/Kecamatan Cinere.

POJOKJABAR/Id, DEPOK – Semoga saja benar. Belum lama ini, Komisi A DPRD Depok memanggil bidang aset Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Depok terkait bangunan di SMAN 9. Hasilnya, bangunan yang masuk dilingkungan sekolah yang terletak di Jalan Bali Blok H RW 13, Perumahan Megapolitan Estate Kelurahan/Kecamatan Cinere bakal dibereskan pihak PT Megapolitan.

“Kami sudah panggil bagian aset. Katanya bangunan yang ada masuk dalam SMAN 9 mau dibereskan PT Megapolitan,” ucap Anggota Komisi A DPRD Depok Ma’mun Abdullah kepada Radar Depok, Ahad (30/8).

Menurut Mamun, dalam pemanggilan tersebut bagian aset menyebutkan seluruh bangunan memang belum milik Pemkot Depok. Dan rencananya dalam waktu dekat akan dibebaskan Megapolitan. Itu janji dari dari aset. Keberadaan bangunan di dalam lingkungan sekolah, memang membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak representatif. Apalagi, tahun ini SMAN 9 mendapatkan batuan pembangunan ruang kelas baru dan pemagaran. “Masalah ini memang harus segera dituntaskan, masak dilingkungan sekolah ada kontrakan,” tegas politisi PPP ini.

Mamun juga mengkritisi sikap Bidang Aset DPPKA yang lambat dalam menyelasaikan masalah. Tak hanya itu, jika memang sudah menjadi pejabat publik harus menerima kritikan dan saran. Memang handphone itu sifatnya pribadi, tapi yang namanya pejabat publik mesti siap sedia jika ada keluhan. “Kalau tidak mau dikritik dan diberi saran jangan jadi pejabat publik,” katanya.

Terpisah, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Cinere, Rojali menyambut baik bila benar bangunan yang ada di SMAN 9 dituntaskan. Mengingat, tak lama lagi pembangunan RKB dan pagar  akan dikerjakan. “Ya kalau bisa malah tuntaskan bangunan sebelum pemagaran, sejauh ini masalah tersebut masih terkatung-katung,” singkatnya.


Sayangnya ketika dikonfirmasi ke Manager Operasional PT Megapolitan, Abraham Budiman tidak mengangkat handphone-nya dan tidak membalas pesan singkat.(hmi/radardepok)