Astaga… Kebakaran Hebat Landa Cimindi

Petugas pemadam kebakaran gabungan berjibaku memadamkan api yang meluluhlantakan gudang dan toko mebel di kawasan Cimindi Kota Cimahi, Jumat (21/8) siang.
Petugas pemadam kebakaran gabungan berjibaku memadamkan api yang meluluhlantakan gudang dan toko mebel di kawasan Cimindi Kota Cimahi, Jumat (21/8) siang.
Petugas pemadam kebakaran gabungan berjibaku memadamkan api yang meluluhlantakan gudang dan toko mebel di kawasan Cimindi Kota Cimahi, Jumat (21/8/2015siang.

CIMAHI – Gudang dan Toko mebel terbakar di kawasan Cimindi Kota Cimahi, Jumat (21/8/2015) siang. Akibat peristiwa tersebut, kawasan Cimindi sempat macet panjang karena banyaknya warga yang ingin melihat peristiwa kebakaran tersebut.

Peristiwa kebakaran terjadi di Toko mebel Sinar Baru di Jln. Raya Cimindi Gang H. Martobi RT 01/RW 17 Kel. Cibeureum Kec. Cimahi Selatan Kota Cimahi. Meski tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, namun besarnya kobaran api di pusat keramaian dan padat penduduk ini membuat panik ratusan warga di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan pantauan di tempat lokasi kejadian, api awalnya muncul dari sebuah gudang toko mebel yang berisikan bahan-bahan hang mjdah terbakar seperti bahan mebel, busa dan zat-zat kimia. Besarnya kobaran api membuat petugas dari kepolisian menutup salah satu ruas jalan di bawah flyover  Cimindi, untuk memudahkan petugas pemadam kebakaran mencapai lokasi.

Kebakaran terjadi pukul 13:00 WIB, besarnya kobaran api sehingga merembet ke rumah warga lainnya, total empat rumah warga yang lokasinya dekat dengan toko mebel pun ikut terbakar. Sekitar lima jam petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api, pukul 17.30 WIB petugas pemadam masih melakukan pemadaman di lokasi.


Salah seorang warga, Muhammad Nuri ,54, mengatakan, gudang tersebut memang tidak diizinkan berdiri oleh warga, karena gudang tersebut seharusnya berdiri di kawasan industri bukan di pemukiman warga.

“Warga memang tidak memberikan izin, surat-surat perizinan untuk suatu bangunan usaha seperti izin mendirikan bangunan (IMB), izin analisis dampak lingkungan (Amdal) dan izin usaha lainnya pun belum dimiliki oleh pemilik gudang,” ujarnya.

Seorang warga lainnya, Ahmad ,31, mengatakan, saat dirinya hendak keluar rumah pada pukul 13:15 WIB terlihat api sudah terlihat sangat besar, namun dirinya belum mengetahui secara pastinya penyebab kebakaran tersebut.

“Sebenarnya kebakaran ini sudah yang ketiga kalinya. Nah kebakaran yang ketiga kali ini yang paling parah. Kebakaran pertama tidak terlalu parah dan yang kedua dan sekarang yang paling parah,” ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa gudang yang telah berdiri 2 tahun lamanya ini belum mendapat izin dari warga sekitar. “Ketika itu warga tidak mau tanda tangan karena ini bukan wilayah industri, karena banyaknya bahan kimia yang dipakai oleh gudang itu,” ungkapnya.

Kepala UPTD Damkar Kota Cimahi, Herry Setiawan menuturkan, pihaknya menerima laporan adanya kebakaran dari warga sekitar pukul 13:40 WIB. Namun pihaknya belum mengatahui secara pasti apa penyebab dari kebakaran ini serta berapa kerugian yang dialami pemilik gudang toko mebel tersebut.

“Kita menurunkan delapan unit Damkar Kota Cimahi, serta bantuan lainnya dari kendaraan Damkar Kab. Bandung, KBB dan Kota Bandung. Saat ini, penyebab kebakaran masih belum diketahui secara pasti,” ujarnya.

Herry menuturkan, pihaknya sempat mengalami sedikit kendala saat melakukan pemadaman, akibat tertutupnya lokasi gudang yang terbakar. Serta akibat musim kemarau saat ini, pihaknya terkendala dengan persediaan air saat ini.

“Awalnya kami kesulitan karena gudang dengan posisi tertutup, sehingga terpaksa kita dobrak agar lebih cepat proses pemadamannya,” tuturnya.

Kapolres Cimahi, AKBP Dedy Kusuma Bakti mengatakan, kebakaran melanda satu unit bangunan yang terdiri dari gudang dan toko mebel milik Pipin. Satu blok bangunan milik mebel tersebut terbajar dibagian belakang di gudang tempat pengerjaan mebel.

“Api membakar bahan-bahan yang mudah terbakar seperti kayu, triplek, busa, dan lain-lainnya. Untuk berapa total kerugian, kita belum dapat memastikan berapa nilainya karena masih diinventarisir oleh pemilik gudang dan toko mebel,” ujarnya.

Namun demikian, pihaknya belum bisa mengetahui apa penyebab pasti terjadinya kebakaran tersebut. Pihaknya masih mengumpulkan sejumlah keterangan dari para saksi untuk pengembangan.

“Kita sedang mintai keterangan dari sejumlah saksi yang merupakan pekerja yang berada didalam maupun luar gedung. Kita akan minta bantuan dari Puslabfor untuk menyelidikinya,” tutupnya.

Sementara itu, bagi para orang tua agar menjaga dan memperhatikan anaknya saat tengah bermain Api, pasalnya sedikit percikan api bisa membakar sebuah rumah.

Seperti yang terjadi di Jalan Batu Nunggal, Rt 02/Rw 12, Kelurahan Batununggal Kecamatan Bandung Kidul, diduga akibat percikan api dari seorang anak yang tengah bermain api, lima rumah permanen dan semi permanen habis dilahap si jago merah.

Kabid Pemadam Kebakaran, Yosep Heryansyah, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (22/8) sekitar pukul 14.00 WIB.

“Lima rumah yang terbakar, rumah itu milik pak Dudi, Agus, Atang, Iyus dan ibu Yanti,” kata Yosep yang ditemui di lokasi kebakaran, katanya.

Api begitu cepat menjalar, dan menjilat rumah disebelahnya, namun dengan kesiapan petugas pemadam kebakaran yang menerjunkan 4 unit pancar, 1 tangki, 1 unit rescue, dan 1 unit PMI, api dengan cepat dapat segera dijinakan dalam waktu 30 menit kemudian yang dilanjutkan isolasi dan pendinginan. “Yang terbakar kurang lebih seluas 500 meter jenis rumah permanen dan semi permanen,” jelasnya.

Menurut Yosep, kebakaran tersebut diduga berasal dari api yang di mainkan seorang anak. “Dugaan sementara api berasal dari anak kecil bermain api,” katanya.

Belum diketahui kerugian pastinya, namun dugaan sementara kerugian hingga puluhan juta rupiah. Pihak kepolisian setempat hingga kini masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran tersebut.

Demikian juga, kebakaran melanda lahan kosong yang berada di Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung pada Jumat (21/8.2015). Api membesar dan meluas di lahan bekas lapangan golf ini pada pukul 11:00 WIB.

Menurut saksi mata, Diki ,55, kebakaran terjadi dari kemarin sore, namun tidak sebesar dan seluas hari ini. Ada  enam titik yang pusat kebakaran dari 6.000 hektare. “Kebakaran disini selalu terjadi setiap musim kemarau, namun hari ini yang paling besar dan luas,” ungkap Diki.

Belum diketahui penyebab utama dari kebarakan ini namun perkiraan pantuan dari warga sekitar cuaca kemarau angin yang bertiup kencang yang menimbulkan percikan api dan meluas, serta tidak terurusnya lahan kosong ini menjadi faktor utama.

“Lahan ini kan asalnya lapangan golf, namun tidak ada perawatan jadi kalau musim kemarau ya, pasti terjadi kebakaran,”ujar saksi lainnya, Rahman.

(RadarBandung/cr7/sar/job2)