Tanah Longsor, Akses Jalan Desa di Parakansalak Sukabumi Sempat Tertutup

Tanah longsor yang menimbun jalan desa di Kampung Lembursawah, RT 05/RW 02, Desa Sukakersa, Kecamatan Parakansalak. (Foto : P2BK Parakansalak)

POJOKJABAR.id, Sukabumi – Akses jalan di Kampung Lembursawah, RT 05 RW 02, Desa Sukakersa, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, tertimbun material tanah dan bebatuan akibat tanah longsor pada Sabtu (17/9/2022).


Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kecamatan Parakansalak Jujun Juaeni mengatakan, tidak ada korban jiwa akibat bencana alam berupa tanah longsor itu. Namun, jalan di lokasi tersebut tertimbun material longsor.

“Tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka akibat bencana alam itu. Hanya saja, bencana longsor menimbun jalan desa sepanjang 10 meter dengan lebar 1,5 meter dan tinggi 4 meter,” kata Jujun pada Minggu (18/9/2022).

Selain menimbun badan jalan milik pemerintah Desa Sukakersa, lanjut Jujun, material longsor juga menutup saluran air dan mengancam satu rumah penduduk yang diisi satu kepala keluarga dengan jumlah jiwa sebanyak tiga orang.


Baca Juga : Tebing di Nagrak Sukabumi Longsor, Bangunan SD Terancam

“Tembok penahan tanah itu, longsor terjadi saat wilayah di perkampungan tersebut diguyur hujan deras pada sore sampai malam hari. Iya, akibatnya TPT yang lokasinya di atas jalan longsor,” paparnya.

Setelah mengetahui kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi langsung memetintahkan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan Parakansalak untuk melakukan koordinasi bersama pemerintah Desa Sukakersa, Polsek Parakansalak, Koramil, Satpol PP dan warga sekitar untuk bersama-sama gotong royong berjibaku membersihkan material tanah longsor tersebut.

“Saat ini, kondisi jalan desa sudah bisa dilintasi kembali baik oleh pejalan kaki maupun kendaraan roda dua,” tandasnya.

Berdasarkan asessment dilapangan, akibat bencana tanah longsor itu telah menelan kerugian materil sebesar Rp8 juta rupiah. Sementara, untuk kebutuhan mendesak pasca bencana alam itu, yakni material batu, semen dan pasir.

“Sewaktu ke lapangan, kita juga memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat. Khususnya bagi warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi tanah longsor untuk senantiasa waspada. Dikhawatirkan pada cuaca ekstrim saat ini dapat berpotensi terjadi bencana tanah longsor susulan,” pungkasnya. (rs/pojokjabar)