Dua Pelaku Judi Togel Hongkong di Sukabumi Divonis 1,6 Tahun Penjara

Ilustrasi Judi Togel.

POJOKJABAR.id, Sukabumi – Dua pelaku judi togel Hongkong berinisal BI (37) dan NN (35) asal Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi divonis dengan hukuman 1,6 tahun kurungan penjara.


Kasubsi Penuntutan Bidang Pidana Umun pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi Dhiki Kurnia mengatakan, kasus perjudian yang dilakukan secara online ini, mulai terkuak setelah Polres Sukabumi mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa di wilayah Kecamatan Sagaranten ramai terkait adanya aktivitas judi togel online.

“Setelah diselidiki, akhirnya pihak kepolisian berhasil menangkap dua pelaku itu pada Juni 2022 di wilayah Kecamatan Sagaranten,” kata Dhiki, Jumat (09/09/2022).

Dhiki menyebut, dua pelaku yang melakukan aksi perjudian ini kerap menjalankan aksinya dengan cara menarik uang dari para pemasang nomor, mulai dari 2 angka atau 3 angka hingga 4 angka dengan memasang uang sekitar Rp1 ribu hingga Rp4 ribu.


Baca Juga : Fraksi PKS Kabupaten Sukabumi Ikut Tolak Kenaikan Harga BBM Saat Rapat Paripurna

“Setelah itu, ke dua pelaku ini menginput nomor pasangan dari para pemasang itu, secara online melalui situs online. Dimana servernya itu berada di Hongkong,” ujarnya.

Kemudian setelah di input, lanjut Dhiki, pada malam harinya keluar nomor dari server yang ada di Hongkong itu. Apabila dapat keluar angkanya, sesuai yang dipasang. Maka si pelaku tersebut mendapat jatah 30 persen dari uang kemenanganya tersebut.

“Sementara, 70 persennya diberikan kepada si pemasang,” timpalnya.

Setelah itu, pada Juli 2022 Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi mendapatkan laporan berikut berkas soal kasus tindak pidana perjudian tersebut. Sementara, untuk barang buktinya.

Yakni, handphone yang digunakan untuk input nomor, ATM yang digunakan untuk transaksi deposit. Setelah melakukan serangkaian kegiatan, akhirnya pada Selasa (06/09) dibacakan putusan majelis hakim dan mereka dijerat Pasal 303 HUHPidana dengan vonis kurungan penjara 1,6 bulan.

“Para terdakwa telah menerima putusan tersebut dan oleh karena para terdakwa menerima serta kami juga selaku PJU menerima putusan tersebut. Jadi perkara secara kekuatan hukum sudah inkrah dan bisa langsung dilakukan eksekusi,” pungkasnya. (rs/pojokjabar)