Di Daerah Lain Pertalite Langka , di Sukabumi Kok Malah Melimpah?

Ilustrasi.

POJOKJABAR.id, SUKABUMI – Banyak antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Jawa Barat akibat pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) kurang atau keterlambatan pengiriman. Khususnya jenis Pertalite.


Tak ingin terjadi kekurangan Pertalite di Sukabumi, PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Retail Sukabumi pun berupaya mengantisipasi sejak dini. Pihaknya bakal menambah distribusi pasokan sebanyak 5 sampai 10 persen.

Sales Area Manager Retail Sukabumi, Zia Ardhi mengatakan, pada Agustus ini PT PPN sudah menambah pasokan BBM khususnya Pertalite dan Pertamax.

“Biasanya, pasokan untuk Kota Sukabumi sebanyak 180 hingga 200 Kiloliter (KL). Hal ini dilakukan untuk antisipasi lonjakan kebutuhan pasca pelonggaran PPKM,” kata Zia dikutip dari Radar Sukabumi, Minggu (14/8).


BACA JUGA : Sering Terjadi Antrean Panjang Pertalite di SPBU Depok, Ini Penyebabnya

Dengan adanya penambahan pasokan ini, Zia memastikan, stok BBM di 10 SPBU yang berada di Kota Sukabumi cukup aman.

“Masyarakat tidak usah panik karena sejauh ini stok BBM normal dan lancar. Kami akan terus melakukan pemantauan perkembangannya.

Jika memang mengalami lonjakan kebutuhan, tidak menutup kemungkinan pasokan akan terus ditambah,” ujarnya.

BACA JUGA : Pembelian BBM Pakai Aplikasi Bikin Persediaan Pertalite di Depok Cepat Habis

Disinggung soal perkembangan MyPertamina, Zia mengaku sejauh ini para pengendara roda empat cukup antusias. Terbukti banyaknya yang melakukan pendaftaran.

“Alhamdulillah, pengendara antusias dengan keberadaan MyPertamina ini. Kami minta, bagi roda empat diharapkan mendaftar subsidi melalui MyPertamina,” pinta Zia.

Zia menambahkan, pendaftarannya melalui website subsiditepat.mypertamina.id dan selanjutnya mengisi data kelengkapan diri serta kendaraan.

BACA JUGA : Angkot di Sukabumi Keberatan Beli Pertalite Pakai Aplikasi MyPertamina

Setelah itu, dalam tujuh hari akan dilakukan pencocokan data. Barulah setelah itu konsumen akan mendapatkan QR Code. “Silahkan ikuti prosedurnya dan maksimal tujuh hari pencocokan data baru dapat QR Code,” pungkasnya.