Dianggap Mengganggu, Sejumlah Anak Punk di Sukabumi Diberi Pembinaan

Anak Punk di Jalan KH Ahmad Sanusi, Kecamatan Gunungpuyuh saat diberi pembinaan oleh personel Polsek Gunungpuyuh. (Ist)

POJOKJABAR.id, Sukabumi – Polsek Gunungpuyuh memberikan pembinaan terhadap sejumlah anak Punk yang kerap nongkrong di perempatan Degung, Jalan KH. Ahmad Sanusi, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi.


Hal itu, sebagai upaya menjawab keluhan masyarakat yang merasa terganggu dengan kehadiran komunitas Punk.

Kapolsek Gunungpuyuh, AKP Maulana Arif meminta, komunitas yang kerap mangkal di perempatan Degung tersebut untuk tidak melakukan aktifitas negatif yang dapat mengganggu masyarakat.

“Kami bersama anggota lakukan patroli rutin dibeberapa lokasi dan melakukan pembinaan terhadap sejumlah pemuda yang tergabung dalam komunitas Punk yang sering mangkal di kawasan perempatan Degung,” kata Arif, Minggu (31/7/2022).


Baca Juga : Ratusan Warga Ciracap Sukabumi Alami Keracunan Massal Usai Santap Nasi Kotak Acara Syukuran Pulang Haji

Lanjut Arif, dalam pembinaan tersebut anggota menekankan agar keberdaan anak Punk untuk tidak melakukan hal negatif yang dapat mengganggu situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

“Kami menghimbau agar anak Punk ini tidak mengganggu masyarakat. Misalnya, aksi pemerasan, penyalahgunaan narkoba, mengkonsumsi minuman keras, seks bebas atau tindak pidana lainnya,” ujarnya.

Arif kembali menekankan, pembinaan terhadap sekelompok pemuda tersebut merupakan jawaban dari keluhan masyarakat yang mengaku terganggu dengan kehadiran komunitas Punk tersebut.

“Kami juga sempat mendapatkan keluhan maupun laporan masyarakat yang mengaku terganggu dengan kehadiran mereka.

Makanya kami datangi, dibina dan kami ingatkan mereka untuk tidak melakukan aksi yang dapat menggangu kondusifitas kamtibmas,” paparnya.

Ke depan, sambung Arif, akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, baik dari pihak Koramil, kecamatan, Satpol PP atau dinas terkait lainnya untuk bersama-sama melakukan monitoring seta patroli bersama.

“Sehingga kondusifitas Kamtibmas atau rasa aman dapat lebih dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (rs/pojokjabar)