Sejumlah Jamaah Haji Asal Sukabumi Gagal Berangkat, Ini Penyebabnya

haji
Ilustrasi jamaah haji

POJOKJABAR.id, Sukabumi – Sejumlah Calon jamaah haji (Calhaj) dari kuota yang disiapkan Kota Sukabumi gagal berangkat.


Gagalnya keberangkatan tersebut, terjadi akibat adanya pemberlakuan pembatasan usia bagi para calhaji yang hendak menunaikan ibadah haji dan lainnya.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sukabumi, Abdul Manan mengatakan, jumlah total calhaji yang bakal diberangkatkan pada tahun ini terdapat 125 orang.

“Pada tahun ini ada 31 calhaji yang keberangkatannya ditunda karena adanya pembatasan usia dari Pemerintahan Arab Saudi. Adapun keberangkatan rencananya akan dilakukan pada Juni mendatang. Tetapi, sampai saat ini tanggal keberangkatan belum ditentukan,” kata Abdul, Senin (23/5/2022).


Abdul menjelaskan, pembatasan usia calhaji ini maksimal 65 tahun sehingga jika lebih dari usia tersebut, keberangkatannya akan ditunda dan menjadi prioritas keberangkatan di tahun yang akan datang.

“Di tahun yang akan datang para calhaji yang gagal berangkat saat ini menjadi prioritas kami,” ujarnya.

Disinggung soal tarif haji saat ini, Abdul menerangkan, ongkos keberangkatan haji saat Rp 39 juta. Naumun, dari jumlah anggaran tersebut yang dibebankan kepada para calhaji hanya Rp 36 juta.

“Calhaji hanya cukup membayar Rp 36 juta saja dan sisanya ditanggung pemerintah,” ucap Abdul Manan.

Menurutnya, bagi calhaji yang hendak berangkat minimal harus sudah mengikuti vaksinasi dosis dua hingga dosis tiga atau boster untuk mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19.

“Vaksinasi minilam dosis tiga baru para calhaji bisa memenuhi syarat untuk diberangkatkan. Tetapi diutamakan sudah vaksin boster,” bebernya.

Abdul menambahkan, jumlah total keberangkatan calhaji pada 2022 ini lebih sedikit jika dibandingkan pada pemberangkatan 2019 lalu yang jumlahnya mencapai sebanyak 253 orang.

“Jelas kalau melihat dari data yang ada, jumlah keberangkatan mengalami penurunan. Ini terjadi karena pada 2019 lalu, belum ada pandemi Covid-19. Sehingga persyaratan masih longgar,” pungkasnya.

Sementara itu, sebanyak empat calon jemaah haji asal Kabupaten Sukabumi juga dikabarkan gagal berangkat ke tanah suci.

Berdasarkan laporan jemaah haji siap berangkat pada 1443 Hijriah atau 2022 masehi, kuota haji untuk Kabupaten Sukabumi terdapat 739 jemaah.

“Dari ratusan jemaah ini, terdapat empat calhaj yang dilaporkan gagal berangkat ke tanah suci,” kata Kepala Seksi Penyelengara Haji dan Umroh, Kemenag Kabupaten Sukabumi, Rizal Yusup Ramdhan.

Empat calon haji yang gagal berangkat itu, disebabkan oleh berbagai faktor. Yakni, tiga warga karena mengalami sakit dan satu warga lainnya karena terlambat melimpahkan ke ahli waris.

Sementara tiga warga yang mengalami sakit, diketahui bernama Kiki Maryam, Nuryati dan Euis. Sedangkan calhaj yang gagal berangkat karena terlambat diketahui bernama Ade Somantri.

“Ke empat calhaj yang gagal berangkat itu, mereka masuk pada jemaah lunas batal berangkat,” bebernya.

Dari jumlah kuota haji untuk Kabupaten Sukabumi, 718 jemaah masuk pada kategori murni lunas.

“Sedangkan 36 diantaranya masuk pada segemen jumlah cadangan lunas,” paparnya.

Pihaknya menambahkan, bahwa pada masa pandemi tahun ini, Arab Saudi mengizinkan 1 juta jemaah beribadah haji tahun 1443 hijriah dengan syarat berusia dibawah 65 tahun dan telah menerima vaksinasi Covid-19 lengkap yang disetujui oleh Kementrian Kesehatan Saudi.

“Selain itu, mereka juga wajib menyerahkan hasil tes PCR negatif Covid-19 yang dilakukan dalam waktu 72 jam sebelum keberangkatan ke Saudi,” tandasnya. (rs/pojokjabar)