Genjot Produktivitas Hasil Panen, DKP3 Kota Sukabumi Targetkan LP2B Capai 321 Hektare

Lahan persawahan
Ilustrasi.

POJOKJABAR.id, Sukabumi – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi, berupaya menggenjot produktivitas hasil panen dengan memaksimalkan Lahan Pangan Pertanian Berkelanjutan (LP2B).


Dari data yang tercatat DKP3 Kota Sukabumi, total luas lahan pertanian di Kota Sukabumi saat ini terdapat sekitar 1.389 hektare.

Sementara, total luas LP2B mencapai 44,3 hektare dengan rincian yakni, 31,5 hektare milik Pemda dan 12,8 hektare dari mandiri petani serta ke depan ditargetkan mencapai 321 hektare.

“Kami bakal berupaya menggenjot pertanian dengan melibatkan beberapa unsur salah satunya Kodim 0607 Kota Sukabumi,” ungkap Kepala DKP3 Kota Sukabumi Andri Setiawan kepada wartawan, belum lama ini.


Biasanya, lanjut Andri, hasil panen per hektare mencapai 5 sampai 6 ton. Tetapi, di lahan LP2B akan ditargetkan lebih dari jumlah tersebut dengan berbagai bantuan dan fasilitasi dari pemerintah dan kini dari Kodim Sukabumi.

Semisal, mulai dari teknologi efesiensi penanganan gabah yang maksimal untuk menghindari yang terbuang.

“Pemerintah menetapkan lahan pertanian yang tidak boleh digunakan pemukiman atau LP2B,” paparnya.

Menurutnya, sejalan dengan Perda nomor 1 tahun 2016 menyebutkan ketika warga ikut program LP2B maka menjadi tanggungjawab DKP3 memberikan insentif.

Misalnya, bantuan benih, pupuk, dan ketika ada jaringan irigasi bermasalah dapat dibantu dalam mengatasinya.

“Lahan LP2B di Kota Sukabumi mencapai seluas 321 hektare. Upaya ini diharapkan terwujud hingga 2023 mendatang,” bebernya.

Andri menambahkan, setiap tahun lahan sawah di Sukabumi banyak pengurangannya. Selain itu para pemuda dikhawatirkan tidak ada yang berminat untuk menjadi petani dan tidak ada warga sekitar untuk menggarap sawah atau padi.

“Dari permasalahan tersebut, maka terbentuklah Perda terkait dengan LP2B. Semenatra itu LP2B telah di tentukan pemerintah daerah bahwa LP2B sekitar 321 hektare tetapi ada keinginan dari RTRW propinsi menjadi sekitar 425 hektare,” pungkasnya. (rs/pojokjabar)