Terkait Kasus Korupsi Dana Desa, Kades Kabandungan Resmi Ditahan Kejaksaan

Ist.

POJOKJABAR.id, Sukabumi – Seorang Kepala Desa (Kades) Kabandungan berinisial AS, Kecamatan Kabandungan, akhirnya ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi, Senin (23/05/2022).


AS diduga melakukan tindak korupsi Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2019-2022.

Sebelum dilakukan penahanan, Kades Kabandungan yang masih aktif tersebut, telah dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu oleh Kasubsi Penyidikan di Bidang Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, Elga Nur Fazrin, yang dimulai dari pagi hingga siang hari, tepatnya sekira pukul 10.30 WIB hingga pukul 13.00 WIB.

Sewaktu dilakukan pemeriksaan, oknum kades ini didampingi oleh pengacaranya yang diketahui bernama Suprianto Siburian dengan kurun waktu selama 2,5 jam.


Selama pemeriksaan tersebut, oknum kades ini dicecer pertanyaan sebanyak 23 pertanyaan oleh Kasubsi Penyidikan di Bidang Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi.

Setelah dilakukan pemeriksaan, oknum kades tersebut tepatnya sekira pukul 13.20 WIB langsung digiring petugas Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi ke mobil tahanan berwarna hijau dengan menggunakan baju rompi berwana orange yang bertuliskan tahanan tindak pidana khusus Kejari Kabupaten Sukabumi untuk dititipkan ke Lapas Warungkiara.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa AS yang kini masih aktif menjabat sebagai Kepala Desa Kabandungan itu, sengaja ditetapkan sebagai tersangka pada kasus tersebut bersadasarkan ekspose tim penyidik yang dipaparkan langsung melalui surat perintah penetapan tersangka oleh Kejari Kabupaten Sukabumi per tanggal 21 April 2022.

Kades tersebut telah terjerat Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Untuk itu, setelah dilakukan pemeriksaan dan untuk memudahkan dalam penyelidikan awal dan tidak menghilangkan barang bukti, maka kades aktif tersebut akan dititipkan kepada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Warungkiara Kabupaten Sukabumi selama 20 hari ke depan.

“Untuk informasi lebih dalamnya lagi, nanti Pak Kajari Kabupaten Sukabumi, Bambang Yunianto SH didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidana Khusus) Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, Ratno Timur Habeahan Pasaribu akan memberikan keterangan di aula,” pungkasnya. (rs/pojokjabar)