Polisi Bakal Panggil Empat Saksi Ahli dalam Kasus Penistaan Agama di Sukabumi

Pelaku penistaan agama yang menginjak Alquran dan menantang umat Islam diringkus jajaran Polres Sukabumi Kota. (Ist)

POJOKJABAR.id, Sukabumi – Polisi akan memanggil empat saksi ahli dalam penyelidikan kasus penistaan agama yang dilakukan seorang remaja laki-laki dengan menantang umat muslim sambil menginjak Alquran dalam video yang sempat viral di media sosial.


Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sy Zainal Abidin mengatakan, kasus penistaan agama yang kedua pelakunya sudah ditangkap yakni DER (25) dan ER (24) masih dalam tahap proses penyidikan.

“Para penyidik juga berusaha keras unyuk segera menyelesaikan pemeriksaan terhadap para saksi dan tersangka kemudian nanti akan segera kita koordinasikan dengan pihak kejaksaan dan akan kita limpahkan segera kalau dinyatakan berkas sudah lengkap,” kata Zainal kepada wartawan, belum lama ini.

Adapun, Zainal menegaskan, pihaknya akan memanggil empat saksi ahli dalam penyelidikan kasus penistaan agama tersebut. Yaitu ahli bahasa, agama, ITE dan ahli pidana.


“Semua saksi baik saksi ahli terkait denagan keberadaan pihak Kemenag dan MUI kami libatkan dan menguatkan unsur-unsur pasal yang dipersangkakan terhadap para tersangka,” jelasnya.

Sebelumnya, Sekjen MUI Amirsyah Tambunan ikut menanggapi kasus seorang pria asal Sukabumi yang dengan sengaja menginjak kitab suci Alquran.

Ia memberikan imbauan agar seluruh umat Islam di Indonesia tidak perlu cepat terpancing emosi dengan adanya kasus pria injak Alquran tersebut.

Amirsyah meminta agar umat Islam untuk tetap berpikir jernih dan dengan kepala dingin dalam menyikapi hal ini.

“Saya mengimbau umat Islam untuk tetap tenang dan jangan terpancing dengan sikap menantang,” cetusnya.

Amirsyah juga menegaskan, bahwa menginjak Alquran merupakan suatu tindakan yang sudah sangat jelas menistakan agama Islam. Mamun, menginjak Alquran merupakan sikap yang jelas menistakan ajaran Islam sesuai UU No. 1 /PNPS / 1965 Pasal 4.

Sebab itu, Amirsyah juga meminta agar pihak kepolisian bisa mengusut tuntas kasus tersebut sampai selesai. Selain itu ia berharap agar ke depannya kasus yang serupa tidak lagi terjadi kepada siapa pun.

“Meminta polisi untuk mengusut secara tuntas dan memberikan sanksi tegas sehingga kasus semacam ini tidak terulang,” pungkasnya. (rs/pojokjabar)