Warga Keluhkan Tumpukan Sampah di Nyomplong Sukabumi

Kondisi sampah yang menumpuk di pinggir Jalan Parigi RT7/8, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, yang dikeluarkan warga sekitar, Kamis (12/5).

POJOKJABAR.id, Sukabumi – Sejumlah warga mengeluhkan tumpukan sampah yang menggunung di pinggir Jalan Parigi, RT7 RW8, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong.


Selain mengganggu estetika, keberadaan sampah itu juga menimbulkan bau tidak sedap yang sangat mengganggu warga sekitar dan pengguna jalan.

Penumpukan sampah rumah tangga tersebut sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu. Tak heran, jika kondisinya saat ini berserakan ke badan jalan.

Penumpukan sampah di lokasi itu bukan kali pertama terjadi, tetapi pada Juli 2021 lalu di tempat sama terjadi penumpukan sampah tetapi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) langsung mengangkutnya hingga bersih.


“Ya, pada tahun sebelumnya juga terjadi hal yang sama dimana sampah menumpuk sehingga membuat warga di sini tidak nyaman, karena tiap hari harus mencium bau busuk akibat adanya penumpukan sampah tersebut. Nah, sekarang malah kejadian lagi seperti tahun kemarin,” ungkap Kikim (66) salah seorang warga setempat, Kamis (12/5/2022).

Kikim menerangkan, penumpukan sampah terjadi karena banyaknya warga dari dua kelurahan yakni, warga Kelurahan Warudoyong dan Nyomplong yang membuang sampah rumah tangganya secara sembarangan. Terlebih, di lokasi tidak ada bak penampung sampah.

“Bagaimana tidak menumpuk, setiap hari banyak warga yang membuang sampah ke tempat ini. Pengendara yang melintas banyak yang membawa sampah dan membuangnya di sini,” bebernya.

Oleh karena itu, warga meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi segera turun tangan menyikapi persoalan tersebut lantaran dikhawatirkan berdampak buruk terhadap kesehatan warga setempat.

“Kami harap, pemerintah harus segera merespon keluhan warga jangan sampai terkesan ada pembiaran. Ini demi kebaikan dan kenyamanan warga. Mudah-mudahan pemerintah bisa menyediakan bak sampah dan setiap pagi bisa diangkut sehingga tidak berserakan,” harapnya.

Sementara itu, Lurah Nyomplong Asep Nur Rohmat membenarkan, adanya penumpukan sampah tersebut akibat banyaknya warga dari Kelurahan Warudoyong yang membuang di lokasi tersebut.

“Sekitar 80 persennya merupakan warga Kelurahan Warudoyong yang membuang sampah di tempat tersebut. Karena itu, kami sudah koordinasi dengan pihak kelurahan untuk mencarikan solusinya,” ucapnya.

Kendati demikian, sambung Asep, hingga saat ini Kelurahan Nyomplong belum dapat solusi menyikapi banyaknya warga yang membuang sampah di lokasi tersebut.

“Kami akan mencoba koordinasi dengan pemilik lahan agar dapat dikelola sehingga tidak ada lagi warga yang membuang sampah di tempat tersebut. Kami juga sudah koordinasi dengan DLH tetapi tidak bisa dilakukan pengangkutan sampah semuanya karena sampah terlalu banyak sekitar 15 kubik,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Lurah Warudoyong, Iyan Rojiman menerangkan, lokasi penumpukan sampah itu berada di Kelurahan Nyomplong tetapi tidak dipungkiri banyak warga Warudoyong juga yang membuang sampah di tempat tersebut.

“Karena itu, sejauh ini kami sudah koordinasi dengan pihak Kelurahan Nyomplong bahkan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” terangnya.

Menurutnya, mobil pengangkut sampah dalam satu minggu hanya dua kali sehingga dengan menumpuknya sampah tersebut tidak dapat semuanya terangkut.

“Itu pun, mobil terlebih dulu mengangkut sampah di Pasar Ciwangi. Kalau masih kosong baru mengangkut sampah yang ada di Jalan Parigi. Sehingga dengan sampah sebanyak itu, tidak bisa semuanya terangkut,” bebernya. (rs/pojokjabar)