Bocah Perempuan di Gunungpuyuh Sukabumi Ditemukan Tewas dalam Septic Tank

Sejumlah personel Polres Sukabumi Kota saat melakukan olah tempat kejadian perkara di Kampung Babakan Karamat RT2/3, Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Selasa (10/5). Foto : Bambang/RS

POJOKJABAR.id, Sukabumi – Bocah perempuan berinisial AAP warga Kampung Babakan Karamat RT2 RW3, Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, ditemukan tewas mengambang di septic tank yang tidak jauh dari rumahnya, Selasa (10/5/2022).


Kejadian tersebut sempat membuat heboh warga, pasalnya kondisi septic tank dalam keadaan tertutup dan lubang anginnya sempit.

Menurut Informasi, insiden terjadi sekira pukul 6.30 WIB, bermula saat anak dari pasangan suami istri (Pasutri) Deden (38) dan Nunung Yuliani (29) ini diketahui menghilang dari rumah dan orang tua korban bersama tetangga berupaya mencarinya di sekitar rumah hingga kampung setempat.

Namun, upaya pencarian tidak membuahkan hasil. Karena penasaran, sekira pukul 11.00 WIB orang tua korban penasaran dengan mengecek septic tank tidak terpakai yang kondisinya tidak jauh dari rumah dan ternyata anak berusia lima tahun ini sudah mengambang.


Sontak, kejadian ini menggegerkan warga setempat. Saudara Korban, Anisa Yulianti (34) mengatakan, pertama kali mengetahui APP menghilang dari rumah sekira pukul 6.30 WIB dan langsung membantu orang tua korban mencari tetapi tidak kunjung ditemukan.

“Saya dan warga mencarinya tetapi tidak ditemukan. Karena orang tua APP penasaran dengan septic tank yang tidak terpakai sehingga langsung mengeceknya dan ditemukan APP sudah mengambang di dalam septic tank tersebut,” kata Anisa, Selasa (10/5/2022).

Menurut Anisa, kejadian meninggalnya APP di dalam septic tank membuat warga heran. Pasalnya, kondisi spiteng tersebut tertutup rapat dan diprediksi jika korban terpeleset pun tidak akan masuk ke dalam karena lobang septic tank yang diameternya cukup kecil.

“Sangat aneh anak bisa masuk ke dalam septic tank yang tertutup rapat dan diameter lubangnya juga tidak akan muat di masuki anak. Tapi kenyataannya anak sudah ada di dalam septic tank,” bebernya.

Sepengetahuannya, sambung Anisa, kondisi korban saat dikeluarkan dari dalam septic tank tersebut tidak terdapat luka apapun hanya saja di tangannya ada goresan yang dikibarkan saat mengeluarkan korban dari lubang septic tank.

“Saya lihat tidak ada bekas luka apapun hanya saja tangannya ada bekas goresan karena saat mengeluarkan APP sedikit dipaksa sebab lubang septic tank yang cukup kecil. APP sempat dibawa ke rumah sakit sama orang tuanya tapi kemudian dibawa pulang. Mungkin orang tua sudah pasrah karena waktu ditemukan pun sudah kondisinya meninggal,” cetusnya.

Hal senada diungkapkan warga setempat lainnya, Adinda Putri (21) yang merasa heran dengan adanya kejadian tersebut. Sebab, warga menduga jika kecelakaan anak semestinya tidak bisa masuk ke dalam septic tank karena diameter lubang kecil.

“Lubang septic tank nya sangat kecil tidak akan muat kalau anak masuk kedalamnya. Kejadian ini cukup mengherankan. Saat ini korban sudah dimakamkan, karena mungkin keluarga sudah menganggap kejadian ini sebagai musibah,” pungkasnya. (rs/pojokjabar)