Diterjang Angin Kencang, Rumah Warga Cimande Sukabumi Ambruk dan Melukai Pemiliknya

Petugas P2BK Nagrak saat memijat bahu Kakek Enel yang tertimpa material rumah usai diterjang angin kencang di Kampung Cimande, Desa Kalaparea, Kecamatan Nagrak, Kamis (13/01).

Petugas P2BK Nagrak saat memijat bahu Kakek Enel yang tertimpa material rumah usai diterjang angin kencang di Kampung Cimande, Desa Kalaparea, Kecamatan Nagrak, Kamis (13/01).


POJOKJABAR.com, Sukabumi – Sebuah bangunan rumah warga di Kampung Cimande, RT 01/07, Desa Kalaparea, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi ambruk usai diterjang angin kencang pada Kamis (13/01/2022) siang.

Akibatnya, pemilik rumah yakni Kakek Enel (82) mengalami luka-luka lantaran tertimpa material bangunan rumahnya.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kecamatan Nagrak Micky mengatakan, angin kencang yang terjadi sekira pukul 12.00 WIB menyebabkan satu unit rumah warga ambruk.

“Saat kejadian. Kakek Enel tengah berada di dalam rumahnya, tepatnya sepulang dari kebun,” kata Micky, Kamis (13/01/2022).

Akibat kejadian ini, sambung Micky, bahu sebelah kanan korban telah tergores bambu yang merupakan material dari bangunan rumah panggung milik korban yang ambruk tersebut.

Mengetahui hal itu, saat kejadian dirinya mengaku langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan asessment.

“Setiba di lokasi, saya bersama warga langsung mengevakuasi korban. Setelah itu, saya langsung koordinasi dengan petugas medis dari Pusat Kesahatan Masyarakat (Puskesmas) Girijaya untuk dilakukan obeservasi,” ujarnya.

Setelah dilakukan observasi, ujar Micky, Enel langsung dievakuasi ke rumah saudara terdekatnya. Menurut Micky, saat dilakukan obeservasi, tim medis menjelaskan bahwa, kondisi bagian luar pada tubuh korban sudah tertangani.

“Kalau untuk luka goresan akibat bambu itu, sudah ditangani. Hanya saja, tim medis menyarankan agar korban dilakukan pengobatan tradisional atau di urut,” paparnya.

Pihaknya menambahkan, rumah tersebut telah ambruk lantaran kondisi kontruksi bangunan rumah yang memiliki luas sekitar 6 x 7 meter tersebut, sudah dalam keadaan lapuk atau masuk pada ketegori rumah tidak layak huni (Rutilahu).

“Iya, sehingga saat terjadi angin kencang, rumah itu langsung tiba-tiba ambruk. Untuk mengenai jumlah kerugian, belum kita inventarisir. Sebab, kita masih fokus pada penanganan korban,” pungkasnya. (rs/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds