Camat Gerak Cepat, DPRD Beri Saran kepada Korban TPPO di Irak

Kunjungan Camat Parungkuda kepada Budi H./Foto: Istimewa

Kunjungan Camat Parungkuda kepada Budi H./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, SUKABUMI– Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar menyarankan agar warga Parungkuda yang menjadi korban TPPO di Bahgdad, Irak, untuk segera melaporkan kepada Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans).

 

“Hemat saya dia (keluarga korban, red.) datang (Disnakertrans) kalau tidak tahu ke ke Disnakertrans, minta bantuan ke RT, RW, dan Desa, lalu segera menghubungi dinas terkait, karena di sana ada perlindunga buruh migran,” ujar Hera.

Baca: Pria Asal Sukabumi Ungkap Kronologi Istrinya Diduga Jadi Korban Perdagangan Manusia

 

Ia menegaskan, jika memang sponsornya ilegal atau agennya tidak resmi, maka hal itu akan menjadi satu sumber pembelajaran bagi masyarakat.

Hal kedua menjadi bahan masukan dan koreksi bagi Disnakertrans agar kejadian seperti ini tak terjadi lagi.

“Kemudian masyakat juga nanti diharapkan, apabila ada penawaran atau iming-iming kerja bagus di luar negeri, mereka harus ada izin dari RT, RW setempat, sehingga nanti RT RW yang memverifikasi untuk memastikan keamanan mereka,” ucap Hera.

Baca: Warga Sukabumi Diduga Jadi Korban Perdagangan Manusia, SBMI Beri Tanggapan

 

Menurutnya, pada saat inilah fungsi Disnakertrans Kabupaten Sukabumi yang harus memberikan pengetahuan kepada masyarakat melalui desa-desa.

“Minimal surat edaran tentang tenaga kerja buruh migran. Jadi silahkan hubungi dulu Disnakertran,” tegasnya.

Gerak Cepat

Camat Parungkuda, Deden Sumpena berkunjung ke kediaman Budi H., suami Suyatni, Pekerja Migran Indonesia (PMI)  asal Sukabumi yang jadi korban TPPO di Baghdad, Irak, Rabu (12/1).

Baca: [Eksklusif] Kisah PMI Korban TPPO di Irak: Diseludupkan Hingga Dilecehkan

 

Pada kunjungan tersebut, Budi H. menegaskan bahwa ia ingin istrinya, Suyatni, dapat segera dipulangkan ke Sukabumi dengan selamat.

Warga Kampung Cipamulaan, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi ini diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang oleh agensi pekerja migran ilegal ke Baghdad, Irak.

 

“Pokoknya, saya ingin istri saya pulang pak,” kata Budi kepada Camat Parungkuda Sumpena yang mendatangi kediamannya, Rabu (12/1).

Kedatangan Deden ke rumah pria yang berprofesi sebagai buruh harian lepas sebagai bentuk gerak cepat pemberitaan Pojokjabar.com soal kasus human trafficking yang menimpa warganya.

Deden pun sempat menanyakan perihal kronologi permasalahan yang dihadapi istri Budi.

“Kami dari Kecamatan Parungkuda datang untuk menggali data, informasi yang akurat dan menghubungi yang bersangkutan (Suyatni) di Baghdad (lewat telpon),” kata Deden.

Ia memastikan kondisi Suyatni dalam keadaan baik-baik saja.

Hasil dari pertemuan tersebut, selanjutnya akan dilaporkan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi.

“Alhamdulillah, kondisinya baik. Intinya harapan suaminya dan kemauan dari istrinya dapat pulang kembali ke Indonesia secepatnya dengan selamat,” ujar Deden. (RS/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds