Warga Sukabumi Diduga Jadi Korban Perdagangan Manusia, SBMI Beri Tanggapan

Suami PMI Irak asal Sukabumi, Budihar bin Didi./Foto: Istimewa

Suami PMI Irak asal Sukabumi, Budihar bin Didi./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, SUKABUMI– Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Jejen Nurjanah angkat suara soal pengakuan pria Sukabumi bahwa istrinya menjadi korban perdagangan manusia.

Ia mengaku belum mendapatkan laporan kasus TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) yang menimpa warga Parungkuda tersebut.

Baca: Pria Asal Sukabumi Ungkap Kronologi Istrinya Diduga Jadi Korban Perdagangan Manusia

 

“Belum terima pengaduan. Mungkin sudah langsug ke KBRI,” katanya kepada Radar Sukabumi (Pojokjabar.com group) singkat.

Sebelumnya diberitakan, sesosok pria bernama Budi H. bin Didi angkat suara terkait dugaan perdagangan manusia di Irak.

Ia mengaku bahwa istrinya yang bernama ***y**n* binti **y**t* bahwa istrinya diajak sponsor menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI), Iki, yang bermukim di Depok.

 

“Sponsor yang ada di Baghdad bernama Tuti, kalau di Baghdad dipanggil Narti,” jelasnya.

Istrinya, akunya, berangkat dari rumah di Sukabumi pada hari Ahad (12/12/2021).

“Sekeluarga (diantar, red). Anehnya pas di daerah Bogor, Parung, saya mau nganterin sama sponsor yang namanya Iki tidak boleh,” bebernya.

Ia mengaku bingung saat itu, dan memilih sekeluarga pamit pulang ke Sukabumi.

“Terus istri saya pindah mobil,” jelasnya.

Sore hari, jelasnya, istrinya menelepon bahwa saat ini ia sedang disimpan di sebuah kontrakan khsusus untuk penerbangan TKW (PMI, red).

“Kondisi kontrakan tidak layak untuk istirahat. Dia cuma dikasih telur dan daun singkong untuk makan,” jelasnya.

Hal itu, katanya menyampaikan ungkapan sponsor, karena istrinya membawa makan dari rumah.

“Lalu pamit mau terbang Senin 13 Desember 2021, pamit ke saya. Jam 1 malam dia telepon sudah di Dubai. Selama di Dubai dia 5 hari perjalanan menuju Baghdad,” terangnya.

Nyatanya, katanya, istrinya ditelepon agensi di Dubai.

“Setelah 5 hari istri saya telepon mau berangkat ke Baghdad. Dia ke airport cuma sendiri, padahal dari Indonesia dia berangkat bereempatsama temennya,” kisahnya.

Pria berjanggut ini mengaku sempat heran mengapa seperti itu.

“Sampai di Erbil lost contact satu hari. Di sini keluarga jadi bingung. Terus dia ngabarin pakai HP temannya,” tambahnya.

Menurut istrinya, katanya, disimpan dulu di rumah agensi dua hari. Kemudian melalui perjalanan darat delapan jam dari Erbil bersama empat orang temannya (memakai truk besar).

“Seperti diseludupkan. Sudah sampai di kantor ejen Baghdad, istri saya telepon sudah sampai Baghdad,” katanya.

Akunya, keluarga pun senang, dan komunikasi setiap hari.

“Dia bilang ke saya belum kerja sudah 12 hari. Sedangkan perjanjian awal langsung kerja,” bebernya.

Ia pun memohon kepada pemerintah Indonesia melalui KBRI Baghdad agar memulangkan istrinya.

“Mohon dengan sangat. Saya tidak tahu istri saya berangkat secara illegal,” tandasnya. (mar/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds