Ada Kelonggaran PPKM Level 4, Pusat Kota Sukabumi Diserbu Lagi

Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sukabumi saat memantau langsung kondisi pusat keramain Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi.

Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sukabumi saat memantau langsung kondisi pusat keramain Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Baru berjalan dua hari, perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Sukabumi sudah menunjukan peningkatan aktifitas warga. Apalagi, dalam pemberlakuan perpanjangan PPKM level 4 sampai 2 Agustus ini, ada kelonggaran yang diberikan pemerintah.

Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi dan unsur Forkopimda pun terjun langsung meninjau pusat keramaian kota. Ini dilakukan, untuk menekan euforia warga dengan diberikannya pelonggaran oleh pemerintah.

“Masyarakat tidak seharusnya euforia dengan adanya pelonggaran yang diberikan dalam PPKM Level 4 ini.” tegas Fahmi, Selasa, (27/7).

Namun pada saat pemantauan, masih terlihat bagaimana terjadi penumpukan masyarakat dan ada yang berbondong-bondong ke wilayah di pusat sehingga terjadi kepadatan seperti di Jalan Ahmad Yani.

Pihaknya pun mengimbau warga tetap taat pada protokol kesehatan (prokes) dan kalau tidak ada kepentingan mendesak, tidak perlu ke wilayah keramaian.

Sebab, ada masyarakat yang ditanya mau apa ke pusat kota, jawabannya sekedar jalan-jalan. Padahal ini tidak perlu di masa PPKM.

“Kepada pengusaha, pelonggaran yang diberikan ini sebagai bentuk pemerintah daerah sangat memperhatikan keluhan dari pengusaha baik PKL dan pertokoan dan sebagainya,” ungkapnya.

Oleh karenanya manfaatkan dengan baik dan mohon kerjasama dengan pemerintah dalam hal mengikuti arahan dari pemerintah. Sebab, dalam pemantauanya bersama Forkopimda, menemukan salah satu toko ada yang sembunyi-sembunyi menutup sebagian besar pintu toko.

“Namun ketika masuk ada terjadi penumpukan dari pembeli dan ini berarti pengusaha tidak mau berkolaborasi dan tidak beritikad baik,” ungkapnya.

Padahal kata Fahmi, pelonggaran sudah diberikan. Mari taati ketentuan dalam pelonggaran tersebut. Dia berharap, pengusaha jadi bagian tidak terpisahkan dengan pemerintah untuk edukasi masyarakat terkait prokes pencegahan Covid-19.

Lebih lanjut Fahmi mengatakan, pengetatan harus dilakukan khususnya pembatasan di ruas jalan dalam rangka mengurangi mobilitas masyarakat. Sebab Kota Sukabumi masih level 4 yang artinya berada di zona merah karena kasus harian cukup tinggi.

“Pelonggaran bukan dalam arti kembali ke nornal, melainkan dalam kerangka mencoba meningkatkan ekonomi setelah pelaksanaan PPKM darurat lalu,” pungkasnya.

(RS/bal/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds