ISPA di Kota Sukabumi Masih Tinggi, 2.028 Balita dan 4.759 Anak Terjangkit

Ilustrasi Penyakit ISPA

Ilustrasi Penyakit ISPA


POJOKJABAR.com, SUKABUMI — Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa) di Kota Sukabumi, masih tinggi. Terbukti, dari data yang tercatat Dinas Kesehatan (Dinkes) sepanjang Januari hingga Mei 2021 terdapat sebanyak 2.028 balita dan anak berusia lima tahun sebanyak 4.759 orang.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Sukabumi, Wahyu Hardiana mengatakan, penderita ISPA saat ini kebanyakan berasal dari Puskesmas Tipar.

Pada cuaca ekstrim saat ini, kultur cuaca dapat berubah secara tiba-tiba dari panas menjadi dingin. Kondisi tersebut menyebabkan tubuh harus beradaptasi cukup keras.

Dampaknya, imunitas tubuh menurun, sehingga masyarakat rentan terkena penyakit.

“Kalu melihat dari data yang ada, kebanyakan penderita ISPA ini merupakan anak berusia lima tahun jika dibanding dengan belita,” kata Wahyu kepada Radar Sukabumi (Group Pojoksatu.id), Rabu (16/06/2021).

Selain ISPA, lanjut Wahyu, penyakit diare juga perlu diwaspadai. Hujan yang mengguyur Sukabumi menyebabkan permukaan tanah atau selokan meluap. Dampaknya air bersih dapat tercemar sehingga orang rentan terkena diare. Penyakit diare dapat disebabkan bakteri Eschericia coli (E-Coli).

Bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh manusia melalui air yang terkontaminasi E-Coli. Saat diare menyerang tubuh dapat kekurangan cairan dan mineral yang terkandung dalam tubuh.

“Untuk itu, kami terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar meningkatkan kualitas hidup sehat,” ujarnya.

Menurutnya, pencegahan terhadap penyakit seperti ini, harus dilakukan dengan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat.

“Selain itu untuk meningkatkan daya tahan tubuh dapat dilakukan dengan mengkomsumsi makanan bergizi secara seimbang, istirahat dengan waktu yang cukup, dan berolahraga secara teratur baik di lingkungan pemerintahan maupun di lingkungan masyarakat,” ucapnya.

Wahyu menghimbau, masyarakat agar lebih meningkat perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) bagi diri sendiri dan lingkungan. Terus melakukan perilaku Gerakan Masyarakat Sehat (Germas).

“Intinya harus berprilaku sehat dan hidup bersih saja, supaya daya tahan tubuh kuat dan tidak rentang terkena penyakit,” tutupnya.

(RS/bam/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds