Efek Pandemi, 21 Ribu Karyawan di Sukabumi di-PHK, 86 Ribu Warga Tak Bekerja

Illustrasi

Illustrasi


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Corona virus disease 2019 yang disingkat menjadi COVID-19 tak hanya berpotensi menghilangkan nyawa manusia, tapi juga pekerjaan. Dan efek domino pandemi itu terjadi di seantero negeri, termasuk Kabupaten Sukabumi.

Walhasil, COVID-19 menciptakan pandemi baru bernama pengangguran. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sukabumi mencatat ada ribuan pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ataupun dirumahkan. Hal ini terjadi karena perusahaan lesu bahkan bangkrut akibat terdampak COVID-19.

Hal inipun dibenarkan oleh Plt Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Sukabumi Agus Ernawan.

“Iya, datanya ada sekitar 21.000 karyawan yang telah di PHK oleh perusahaannya semenjak pandemi Covid-19 hingga saat ini,” kata Agus kepada Radar Sukabumi usai acara launching program Silent Center di Hotel Pangrango, Selabintana,Kecamatan Sukabumi pada Kamis (10/06).

Lebih lanjut ia menjelaskan, jumlah total perusahaan yang ada di Kabupaten Sukabumi terdapat sekitar 900 perusahaan. Namun, perusahaan yang melakukan PHK kepada puluhan ribu karyawan hanya sekira 50 persen dari total perusahaan yang ada.

“Nah, kalau untuk perusahaan yang gulung tikar atau tidak bisa berpoduksi akibat pandemi Covid-19 ini, hanya ada dua perusahaan saja dari jumlah 900 perusahaan itu. Yakni, perusahaan garment yang beroperasi di wilayah Kecamatan Cicurug dan PT MGL,” bebernya.

Dampak dari pandemi ini, jelasnya lagi, sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi warga. Berdasarkan data yang tercata di Disnakertrans Kabupaten Sukabumi terhitung sampai awal Juni 2021, terdapat sekitar 86 ribu warga Kabupaten Sukabumi yang statunya menganggur atau tidak bekerja.

“Kita bisa lihat dan membandingkan juga dari antusias warga Kabupaten Sukabumi yang datang ke kantor Disnakertrans Kabupaten Sukabumi untuk membuat kartu kuning. Dalam sehari, pasca hari Raya Idul Fitri tahun ini, biasanya sampai 300 orang.

Namun, sekarang sudah kita terapkan pembatasan, yakni tidak lebih dari 150 warga yang membuat kartu kuning. Ini sengaja kami terapkan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19,” tandasnya.

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds