Pelaku Pembunuh Guru Honorer di Sukabumi Terancam Hukuman Mati

Petugas Polres Sukabumi saat membawa TR (24) pelaku tindak pidana pembunuhan kepada Edi (40) warga Kampung Cijati, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud.

Petugas Polres Sukabumi saat membawa TR (24) pelaku tindak pidana pembunuhan kepada Edi (40) warga Kampung Cijati, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Terduga pelaku tindak pidana penganiayaan dan pembunuhan bernama Tunggul Rahayu Purba (24) asal warga Kampung Cikiwul, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Pasalnya, pelaku yang diketahui berstatus mahasiswa ini, telah nekad melakulan tindak pidana pembunuhan kepada Edi (40) warga Kampung Cijati, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud pada saat malam takbiran Idul Ftiri 2021.

Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif mengatakan, pelaku selain melakukan tindak pidana pembunuhan kepada Edi, ia juga telah melakukan penganiayaan terhadap teman Edi yang diketahui bernama Dariansyah.

“Pelaku terancam Pasal 340 KUHP subsider pasal 338, subsider 351 ayat 3 KUHP pidana dengan acaman mati atau penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun,” kata Lukman belum lama ini.

Pelaku tunggal ini, sambung Lukman, telah berhasil diringkus petugas di area hutan Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon.

“Iya, setelah dilakukan pengejaran dan penyisiran oleh tim gabungan anggota Polsek Jampangkulon dan Unit Jatanras Polres Sukabumi, tepatnya sejak melarikan diri dari TKP pada malam takbiran Idul Fitri 2021 ini, akhirnya kami berhasil menangkap pelaku tunggal itu,” jelasnya.

Berdasarkan olah TKP dan pemeriksaan saksi, korban telah dijanjikan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) oleh pelaku. Namun, pelaku tidak bisa memenuhi janjinya itu dan tidak bisa mengembalikan uang tersebut sehingga membunuh korban.

“Tersangka pernah mengiming-imingi CPNS kepada saudara korban. Saat ini masih dalam proses pendalaman, karena harus kita periksa dari saksi lainnya. Dilihat dari kronologis tersangka tidak mampu membayarnya,” bebernya.

Saat dilakukan introgasi, sambung Lukman, pelaku yang masih berstatus mahasiswa tersebut, telah mengaku kepada petugas telah berkelahi melawan dua orang penagihnya. Yakni Edi dan Dariansyah. Saat terjadi perkelahian, pelaku tersebut sempat mendatangi ibundanya dan menceritakan kedatangan korban yang berniat menagih utang almarhum ayahnya sebesar kurang lebih Rp 63 juta.

“Jadi, korban itu berniat menagih utang almarhum ayah pelaku. Bahkan, ibu korban telah menyaksikan anaknya memegang senjata tajam dan menghabisi korban, tidak lama setelah itu pelaku melarikan diri,” tandasnya.

Setelah melakukan tindak pidana penganiyaan dan pembunuhan, pelaku tunggal ini langsung lari ke area hutan dan dilakukan pengejaran dengan dibantu oleh Kodim 0622 Sukabumi, Danramil dan Babinsa serta Polsek setempat.

“Selain meringkus pelaku, kami juga telah mengamankan barang bukti. Seperti satu bilah samurai, golok, pisau dapur, dua buah kwitansi dengan nominal Rp63 juta, satu bundel kertas yang dibuat oleh tersangka TR untuk mengelabui korban agar percaya, satu buah Handphone dan satu buah ikat. Saat ini, pelaku TR tersebut tengah mendekam di ruang tahanan (Rutan) Mapolres Sukabumi, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya.

(RS/den/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds

resepsi pernikahan kabupaten bekasi dilarang

Uji Coba PTM di Kota Bogor Dihentikan

Terkait penghentian uji coba PTM ini telah meminta Dinas Pendidikan untuk menyampaikan keputusan tersebut kepada sekolah-sekolah yang telah menyelenggarakan uji …