Tawuran Pelajar di Sukabumi Kembali Telan Korban

Ilustrasi Tawuran

Ilustrasi Tawuran


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Polres Sukabumi terus memburu para pelaku tauran berdarah yang mengakibatkan nyawa AF (17), siswa SMK Teknika Cisaat melayang. Tawuran berdarah yang berujung korban jiwa antara SMK Teknika Cisaat dan SMK Pertanian Cibadak ini, juga pernah terjadi pada 2019 silam. Dimana, siswa SMK Pertanian tewas karena aksi serupa.

Informasi yang diperoleh, mayat AF ditemukan warga terkapar di gang pada Sabtu sekitar pukul 01:00 WIB dini hari. AF ditemukan tak bernyawa dengan kondisi penuh luka akibat sabetan senjata tajam. Warga yang melihat mayat tersebut, langsung menghubungi pihak kepolisian dan akhirnya mengevakuasi korban ke RSUD Sekarwangi Cibadak.

Dari keterangan polisi, AF merupakan korban tawuran antar SMK yakni SMK Pertanian Cibadak dan SMK Teknika Cisaat. Siswa dari kedua SMK itu, janjian untuk melakukan tawuran di dekat Jembatan Pamuruyan Cibadak.

Berdasarkan keterangan warga, memang sebelumnya sempat mendengar keributan sebelum melihat korban terkapar penuh darah sekitar 10 meter dari ruas jalan Nasional Cibadak-Jakarta. Adapun ciri-cirinya, korban mengenakan kemeja lengan panjang hijau tua dengan celana olahraga.

Pada 2019 lalu, peristiwa berdarah antar SMK Pertanian Cibadak dan SMK Teknika Cisaat juga terjadi, tepatnya di Pasar Cicurug, Jalan Raya Sukabumi-Bogor, Minggu (3/11/2019) pukul 01.00 WIB yang juga menelan korban jiwa.

Kanit Reskrim Polsek Cibadak, IPTU Madun mengungkapkan, kepolisian telah memintai keterangan dari saksi di sekitar lokasi kejadian. Saat ini, pihaknya tengah memburu terduga pelaku tawuran yang mengakibatkan hilangnya nyawa AF.

“Korban yang bersekolah di SMK Teknika itu, sempat janjian dengan kelompok pelajar dari sekolah SMK Pertanian. Bukanya tidur, mereka malah tawuran. Menurut dari saksi sudah kami kumpulkan, kemudian dilakukan pengembangan” jelansya.

Hal senada disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Rizka Fadhila. Dirinya menjelaskan, dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), diperoleh informasi bahwa sekitar Pukul 01.00 WIB terdengar keributan atau perkelahian beberapa orang. Terdengar suara bising dari banyak sepeda motor yang berada di lokasi kejadian. Warga maupun petugas tidak menemukan terduga pelaku atau teman korban. Hanya korban tergeletak di jalan gang bersimbah darah.

“Betul informasi warga melihat beberapa orang kabur menggunakan sepeda motor sambil memegang senjata tajam,” bebernya.

Hingga kini, Polisi masih terus mendalami informasi dari para saksi. Tim mulai mengejar informasi kelompok pelaku yang diduga melakukan penganiayaan terhadap korban hingga tewas.

AZ yang merupakan orang tua korban menyebut putranya itu sempat berpamitan mengantar temannya setelah bermain di rumah pada Jumat (9/4) pukul 21.30 WIB. AZ dan istrinya mengikhlaskan kepergian putranya tersebut. Pihaknya menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak polisi.

“Anak saya waktu itu berpamitan mengatar temannya pulang sehabis main di rumah. Putra saya sekolah XII di SMK Teknika Cisaat. Saya dikabari sama polisi katanya (anak) sudah ada di RSUD Sekarwangi,” kata AZ, ayah korban, di RSUD Sekarwangi.

(RS/upi/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds