BPBD Kabupaten Sukabumi Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana Pergerakan Tanah di Gegerbitung

Petugas BPBD Kabuten Sukabumi saat siaga darurat bencana alam di lokasi pergerakan tanah yang menerjang wilayah Kedusunan Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung.

Petugas BPBD Kabuten Sukabumi saat siaga darurat bencana alam di lokasi pergerakan tanah yang menerjang wilayah Kedusunan Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI –  Kondisi pergerakan tanah yang masih terjadi, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi memperpanjang status siaga darurat yang diterapkan pada bencana alam pergerakan tanah yang menerjang wilayah Kedusunan Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung.

Menurut, Kepala Seksi (Kasi) Kedaluratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widaman mengatakan, upaya menangani bencana alam terdapat beberapa fase penanganan bencana. Yakni, fase siaga darurat bencana, tanggap darurat bencana dan tarakahir transisi darurat bencana.

“Namun, untuk bencana pergerakan tanah di Kedusunan Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, telah masuk pada penanganan status siaga darurat bencana dan hari ini merupakan terhakhir serta status siaga darurat bencanaya terus diperpanjang,” jelas Eka kepada Radar Sukabumi (Group Pojoksatu.id), Kamis (21/01/2021).

Lebih lanjut ia menjelaskan, bencana pergerakan tanah terjadi sejak tahun 2006 silam dan BPBD Kabupaten Sukabumi terus melakukan pemantauan wilayah tersebut hingga saat ini.

“Belum ada kerusakan yang berarti dan harta benda. Apalagi sampai menelan korban jiwa tidak ada. Tetapi pergerakan ini walaupun kecil, tetapi aktivitasnya terus berlangsung sampai sekarang dari semenjak tahun 2006 silam, khususnya saat ketika musim penghujan,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Desa Ciengang, Yudius H Bagja menjelaskan, kondisi pergerakan tanah di wilayah yang tengah dipimpinnya itu, semakin meluas. Berdasarkan pendataan hingga saat ini terdapat Kampung Balekembang, Suradita dan Kampung Sirnagalih, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung yang menjadi korban bencana alam itu. Sementara, jumlah pengungsi terdapat 113 Kepala Keluarga (KK) dan 321 jiwa.

Ratusan KK ini, terdiri dari Kampung Balekembang terdapat 42 KK dan 117 jiwa, delapan balita, tiga bumil dan dan dua lansia dan Kampung Sirnagalih terdapat 31 KK dan 86 jiwa, balita tiga, bumil tiga dan lansia tiga orang sertaKampung Suradita 40 KK dan 128 jiwa, tiga balita dan satu lansia.

Sedangkan untuk jumlah bangunan rusak dikisaran 35 sampai 40 bangunan rumah. Seperti rusak dibagian dinding retak dan ubin pecah.

“Barusan sudah rapat koordinasi dengan BPBD soal penanganan bencana ini. Iya, hasilnya masa statusnya siaga darurat telah disepakati untuk diperpajang,” pungkasnya.

(RS/bam/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds