Pandemi Covid-19, Peredaran Narkoba di Sukabumi Merajalela

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sumarni saat menunjukan barang bukti berupa narkoba dan obat-obatan terlarang yang berhasil disita dari sembilan tersangka, Senin (18/1).

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sumarni saat menunjukan barang bukti berupa narkoba dan obat-obatan terlarang yang berhasil disita dari sembilan tersangka, Senin (18/1).


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Di tengah pandemi Covid-19, peredaran narkoba di Sukabumi justru seolah meningkat. Bagaimana tidak, hanya dalam kurun waktu sepekan terakhir 31 Desember 2020 sampai 13 Januari 2021, jajaran Polres Sukabumi Kota berhasil meringkus sembilan tersangka pengedar narkoba dan obatobatan terlarang.

Kesembilan tersangka ini yakni berinisial LR (39), FR (46), WK (43), RP (22), S (44), AJ (27), AF (22), SK (23) dan FJ (20). Para tersangka ini ditangkap dari berberapa kasus. Seperti LR (39), FR (46) dan WK (43). Ketiganya merupakan tersangka yang terlibat penyelundupan sabu di Lapas Kelas IIB Sukabumi.

Sedangkan, RP (22) membeli dengan cara transfer bank kemudian mengambil tempelan narkotika jenis sabu sesuai dengan arahan kunikasi dari Handphone tersangka. Untuk kasus tersangka S, dirinya membeli obat-obatan terlarang dari salah satu apotik di daerah Cianjur kemudian diedarkan di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.

Untuk kasus AJ, dirinya mengedarkan obat berbahaya tanpa izin edar. Lalu AF, menjual dan mengedarkan obat psikotropika serta obat berbahaya tanpa izin edar di rumah kontrakannya.

“Adapun tersangka lainnya yakni SK, merupakan pembeli dengan cara transfer bank kemudian mengambil tempelan narkotika jenis sabu sesuai dengan arahan komunikasi dari handphone tersangka. Sementara tersangka FJ, menjual dan mengedarkan obat berbahaya tanpa izin edar dengan transaksi bertemu langsung dengan pembeli,” jelas Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sumarni kepada wartawan, Senin (18/1).

Dari tengan para tersangka, polisi berhasil menyita barang bukti (BB) diantaranya 3,71 gram sabu, obat psikotropika berbagai jenis seperti alprazolam 49 butir , 20 calmlet dan 40 riklona.

“Selain itu, BB yang diamankan yaitu obat berbahaya jenis hexymer 1.767 butir dan 319 tramadol. Kami juga mengamankan enam HP, satu sepeda motor, hasil penjualan Rp598 ribu dan timbangan digital,” bebernya.

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat 111 (1), 112 (2), 114 (1), 114 (2) Undangundang Republik Indonesia (UU RI) nomor 35/2009 Tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara, 196, 197 UU RI nomor 36/2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman maksimal 12 tahun.

“Mereka juga dijerat pasal 62 UU RI nomor 5/1997 Tentang Psikotopika dengan ancaman maksimal lima tahun penjara,” imbuhnya.

Disinyalir, sambung Sumarni, para pelaku ini sudah melaksanakan aksinya baik kurir maupun pengedar sudah satu sampai enam bulan.

“Pelaku saat ini sudah ditahan dan proses penyidikan,” pungkasnya.

(RS/bam/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds

ilustrasi-miras

MPR RI Blak-blakan Soal Perpes Miras

Jadi, demi melindungi seluruh rakyat Indonesia, sebagaimana perintah konstitusi, dan untuk kemaslahatan terbesar bagi rakyat dan NKRI, juga sesuai dengan …