Menjelang Pergantian Tahun Baru, Pemkot Sukabumi Perketat Jam Operasional

ACHMAD FAHMI, Walikota Sukabumi

ACHMAD FAHMI, Walikota Sukabumi


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Menjelang pergantian tahun baru, Pemerintah Kota Sukabumi mulai memberlakukan pembatasan jam operasional seperti rumah makan atau cafe, tempat hiburan, dan mall. Pembatasan jam operasional tersebut menindaklanjuti surat edaran Provinsi Jawa Barat.

Mengacu pada Surat Edaran Nomor 202/KPG.03.05/HUKHAM tentang Pelarangan Perayaaan Tahun Baru 2021 dan Pencegahan Kerumunan Massa. Surat tersebut ditujukan kepada bupati atau walikota se-Jabar sebagai Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 tertanggal 17 Desember 2020.

“Pemda Kota Sukabumi menindaklanjuti surat edaran dari Provinsi Jawa Barat untuk mencegah pertambahan kasus baru Covid-19 khususnya di perayaan tahun baru,’’ ujar Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi, Senin (28/12).

Sehingga Pemda dan Forkopimda akan melaksanakan edaran tersebut secara persuasif sampai tanggal 8 Januari 2021 mendatang. Dijelaskan Fahmi sesuai surat edaran tersebut Pemkot melakukan pembatasan jam operasional restoran, rumah makan,cafe,tempat hiburan, mall dan usaha sejenisnya sebagaimana arahan provinsi sampai pukul 20.00 WIB.

“Kebijakan ini diambil menyusul perkembangan Covid-19 di wilayah Kota Sukabumi sebagaimana daerah lain di Jawa Barat terus menunjukkan angka peningkatan kasus baru dan juga angka kematian. Saat ini kita masih sosialisasi terlebih dahulu SE tersebut.” ungkapnya.

Hal ini kata Fahmi, sangat mungkin disebabkan sebagaimana terlihat dalam data survey di wilayah Surabaya sekitarnya. Di mana pada Maret 2020 ketakutan warga demikian tinggi sedangkan kasus Covid belum meningkat. Akan tetapi di November 2020 di tengah semakin meningkatnya kasus Covid tingkat kekhawatiran warga malah semakin berkurang.

“Pembatasan ini sebagai upaya, agar libur dan pergantian tahun tidak perlu dilakukan di luar rumah dengan berbagai bentuk euforia,” katanya.

Sehingga warga harus tetap waspada dan prihatin dengan kondisi saat ini, sebab kedisiplinan warga menjadi kata kunci utama untuk memutus mata rantai Covid. Selain pembatasan jam operasional kata Fahmi, dalam surat edaran provinsi Jabar disebutkan bupati atau walikota membuat Surat Edaran Bupati atau WaliKota kepada warga tidak memfasilitasi kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa, termasuk acara perayaan pergantian tahun.

Bupati atau wali kota diminta memperkuat operasi yustisi dan patroli pengawasan serta penegakan disiplin protokol kesehatan sampai tingkat kecamatan. Poin lainnya yakni melakukan pengetatan protokol di wilayah perkotaan berupa pelaksanaan Work From Home (WFH), pembatasan jam operasional tempat usaha dan pembubaran kerumunan massa di ruang publik.

“Mari bersama saling menjaga dengan menaati surat edaran dari Provinsi Jabar. Harapannya tidak terjadi pertambahan kasus baru di momen tahun baru dengan adanya kepedulian dari semua pihak,” pungkasnya.

(RS/bal/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds