Pelanggar Protokol Kesehatan Capai 704 Orang, Satpol PP Kota Sukabumi ‘Kantongi’ Rp2,7 Juta

Salah satu pelanggar sedang menjalani sanksi berupa sanksi sosial.

Salah satu pelanggar sedang menjalani sanksi berupa sanksi sosial.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Operasi yustisi protokol kesehatan yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Parja ( Satpol PP) Kota Sukabumi berhasil menjaring sebanyak 704 pelanggar yang dilakukan sebanyak tiga kali dilokasi yang berbeda.

Dalam operasi tersebut Satpol PP memberikan sanksi sosial dan sanksi denda adminitratif, untuk denda adminitrasi berupa uang dari pelanggar protokol kesehatan (Prokes) terkumpul sebanyak Rp2.770.000.

“Jadi jumlah totalnya Rp2.770.000 dari 81 pelanggar yang dilakukan denda berupa uang dan 623 pelanggar lainnya diberikan sanksi sosial,” ujar Kabid Penegakan Perda dan Sumber Daya Manusia Satpol PP Kota Sukabumi, Sudrajat kepada Radar Sukabumi (Group Pojoksatu.id), Kamis (17/12/2020).

Dijelaskannya, pemberlakuan denda masker ini, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 36 tahun 2020 Tentang Pengenaan Sanksi Administratif Terhadap Pelanggaran Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease.

Sementara uang hasil operasi masker tersebut kata Sudrajat disetorkan ke kas daerah Kota Sukabumi melalui bank BJB. Selama dua kali Operasi Yustisi di jalan A Yani sebesar Rp 1.620.000 dan Rp 1.150.000 di Jalan Pelabuhan II Kecamatan Lembursitu.

“Jadi setelah terkumpul, kita setorkan ke Bank BJB, masuk ke kas daerah,” katanya.

Sementara itu, kegiatan terbaru kata Sudrajat dilakukan di Kecamatan Lembursitu bersama Polri, TNI dan Pemerintah Kecamatan Lembursitu. Operasi razia masker itu berhasil menjaring 57 pengendara yang tidak menggunakan masker.

“Dari 57 pengendara yang berkedapatan tidak menggunakan masker ini, 31 diantaranya didenda mulai Rp30.000 hingga Rp40.000. Sedangkan, sisanya diberikan sanksi sosial,” kata Sudrajat.

Dalam Operasi Yustisi ini, kata Sudrajat, para pelanggar Prokes langsung dilakukan sidang ditempat yang langsung dilakukan hakim dari Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi serta langsung diberikan sanksi denda uang hingga Rp40.000.

“Masyarakat harus mengetahui bahwa di Kota Sukabumi ada peraturan walikota terkait dengan pemberlakuan denda masker. Hal ini, dilakukan untuk meningkatkan penerapan Prokes,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya sanksi administrasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan. Sebab, tidak dipungkiri sejauh ini masih banyak masyarakat yang tidak mengunakan masker dan prokes lainnya.

“Semoga masyarakat apabila keluar rumah tetap menerapkan protokol kesehatan. Jangan lupa menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” pungkasnya.

(RS/bam/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds