Belum Satu Tahun, Retribusi KIR di Kota Sukabumi Lampaui Target

Personel Dishub melakukan pemeriksaan uji KIR kendaraan.

Personel Dishub melakukan pemeriksaan uji KIR kendaraan.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, mencatat target retribusi KIR kendaraan hingga November 2020 ini sudah terlampaui. Terbukti, terhitung Januari hingga bulan ini sudah mencapai Rp770.205.000 dari target sebesar Rp619.755.000.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kota Sukabumi, Jumyati mengatakan, pencapaian target tersebut merupakan hasil kerjasama yang baik dengan semua elemen.

“Alhamdulillah belum satu tahun target sudah berhasil terpenuhi bahkan melebih sampai lebihnya Rp150.450.000,” kata Jumyanti kepada Radar Sukabumi (Group Pojoksatu.id), Kamis (26/11/2020).

Jumyanti meyakini, pada akhir tahun mendatang pencapaian retribusi KIR kendaraan ini bakal terus bertambah. Menutur Jumyanti, target retribusi pada tahun ini menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni mencapai Rp731.450.000 sedangkan pencapaiannya hingga akhir tahun sebesar Rp901.145.000.

“Kami yakin meski ada penurunan target namun, pencapaiannya bakal melebih tahun lalu. Kalau tahun lalu kelebihannya hanya Rp169.695.000. Tahun ini, sepertinya bisa melebihi capaian 2019 lalu,” imbuhnya.

Sebab itu, Dishub Kota Sukabumi akan berupaya maksimal untuk pencapaian target retribusi KIR kendaraan pada tahun ini. Terlebih, kesadaran masyarakat di Kota Sukabumi dalam menunaikan kewajibannya melakukan uji KIR kendaraan sudah meningkat. Terbukti, setiap tahunnya penghasilan retribusi KIR kendaraan selalu melebihi target.

“Karena pencapaian retribusi KIR kendaraan ini menjadi salah satu bentuk tolak ukur meningkatnya kesadaran masyarakat Kota Sukabumi. Namun, meski demikian kami juga tidak henti berupaya melakukan sosialisasi tentang pentingnya uji KIR,” ujarnya.

Uji KIR kendaraan ini, sambung Jumyanti, sangat penting dilakukan sebagai salah satu bentuk antisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Karena itu, setiap kendaraan baik angkutan umum maupun barang perlu dilakukan uji KIR untuk menekan kecelakaan lalu lintas,” tambahnya.

Guna mempermudah masyarakat melakukan uji KIR kendaraan, Dishub berupaya meluncurkan inovasi baru salah satunya sistem pembayaran KIR melalui aplikasi MPOS -QRIS sehingga pembayaran wajib uji bisa dilakukan melalui Gopay, Bank BJB, Digi, Shopee, dan bentuk transaksi lainnya. Pemilik kendaraan cukup menunjukkan barcode untuk mendapatkan pelayanan uji KIR.

“Tujuannya untuk mempermudah cara pembayaran dan lebih transparan serta mencegah terjadinya pungutan liar,” terangnya.

Pada dasarnya, mekanisme pembayaran Kir itu sama, hanya melalui aplikasi menjadi lebih mudah dan cepat. Sebelumnya MPOS telah disosialisasikan kepada para wajib uji.

“Aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat pada pelayanan KIR,” tutupnya.

(RS/bam/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds