Satpol PP Kota Sukabumi Obok-obok Indekos, 15 Pasangan Bukan Suami Istri Diamankan

Sejumlah petugas gabungan saat melakukan penyisiran indekos dan rumah kontrakan dibeberapa kecamatan Kota Sukabumi, belum lama ini.

Sejumlah petugas gabungan saat melakukan penyisiran indekos dan rumah kontrakan dibeberapa kecamatan Kota Sukabumi, belum lama ini.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI — Sebanyak 15 pasang bukan suami istri berhasil diamankan petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol pp), TNi Polri, Subdenpom, Kominda dan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi saat melakukan razia indekosan atau rumah kontrakan pada Jumat (20/11) malam lalu.

Dalam operasi tersebut, petugas menyisir semua indekosan dan rumah kontrakan yang berada dibeberapa kecamatan seperti, Kecamatan Cikole, Citamiang dan Kecamatan Warudoyong. Alhasil, selain mengamankan 15 pasangan bukan suami istri petugas juga menyita obat-obatan terlarang serta senjata tajam.

Kepala Bidang (Kabid) Penegak Perda (Gakda) Satpol PP Kota Sukabumi, Ajat Sudrajat menjelaskan, kegiatan ini merupakan operasi non yustisi penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Sukabumi nomor 8 tahun 2017 Tentang Penataan Tempat Indekos atau Rumah Kontrakan.

“Kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin kami. Kali ini, kami berhasil mengamankan 15 pasangan bukan suami istri yang tengah berada di indekosan atau rumah kontrakan,” jelas Ajat kepada Radar Sukabumi (Group Pojoksatu.id), Minggu (22/11/2020).

Dalam operasi ini, lanjut Ajat, petugas menyisir sejumlah rumah indekos dan mengecek beberapa kamar serta meminta penghuni untuk menunjukkan indentitasnya.

“15 pasangan bukan suami sitri ini akan diproses sesuai aturan yang berlaku. Sementara itu, berdasarkan hasil rapid test terdapat satu orang yang reaktif Covid-19,” ujarnya.

Adapun, sambung Ajat, dalam operasi ini petugas mengamankan satu botol miras, satu buah senjata tajam, 10 strip obat jenis Tramadol dan 30 KTP.

“Obat-obatan terlarang itu sudah kami serahkan sudah diamankan oleh Polres Sukabumi Kota,” ucapnya.

Menurut Ajat, operasi non yustisi ini merupakan salah satu upaya penegakkan Perda untuk mencipatakan Kota Sukabumi menjadi kota Renyah (Religius Nyaman dan Sejahtera) sebagaimana yang selalu digaungkan oleh Wali Kota Sukabumi.

“Kami harap dengan adanya operasi ini bisa meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

(RS/bam/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds