Kasus Positif Covid-19 di Kota Sukabumi Terus Bertambah, Salah Siapa?

Ilustrasi.

Ilustrasi.


POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Jumlah kasus Covid-19 di Kota Sukabumi sudah menembus angka 723 kasus dan 15 diantaranya meninggal dunia. Angka ini pun berpotensi terus bertambah seiring setiap harinya terus terjadi penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Hal ini pun mengundang keresahan sekaligus tanda tanya di masyarakat.

Apakah merebaknya penambahan kasus positif dan meninggal dunia Covid-19 akibat lunturnya kesadaran masyarakat akan Protokol Kesehatan (Prokes). Atau memang tidak tegasnya pemerintah dalam melakukan pencegahan.

“Soalnya kan kalau masyarakat, ketika pemerintahnya tegas pasti akan mengikuti. Tapi kalau masih banyak celah, ya pelanggaran menerapkan prokes pasti terus terjadi. Ini pun semakin membuat kita khawatir,” tutur salah satu warga Lembursitu, Kota Sukabumi, Imam Setiono.

Sementara itu, memang disatu sisi berbagai upaya dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Kota Sukabumi. Terbaru, pihaknya bakal melakukan swab test terhadap 335 warga yang diselenggarakan di enam Puskesmas, Labkesda, dan tiga rumah sakit swasta. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi dini kasus penyebaran Covid-19.

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Sukabumi, Rita Fitrianingsih mengatakan, sasaran swab test saat ini yakni yang merupakan warga kategori kontak erat dalam kasus terkonfi rmasi positif sebelumnya, kategori suspek serta tenaga kesehatan (Nakes) dan aparatur pemerintahan.

“Saat ini, testing uji PCR dua kali dalam sepekan sebagai bagian progam 3T. Hal ini, sebagai upaya untuk menemukan potensi penyebaran Covid-19 yang pola peyebarannya sudah masuk ke fase atau tahap IV epidermologi yaitu komunitas luas,” kata Rita kepada wartawan, Kamis (19/11).

GTPP Covid-19 saat ini mencatat penambahan 20 kasus pasien terkonfirmasi positif. Diantaranya, satu kasus dari Kecamatan Gunungpuyuh, Citamiang dan Baros, enam kasus dari Cikole, tujuh kasus dari Warudoyong dan empat kasus dari Kecamatan Cibeureum.

“Ada juga penambahan satu pasien konfirmasi positif yang meninggal dunia. Yang meninggal ini merupakan perempuan berusia 58 tahun warga Kelurahan Warudoyong. Ini merupakan pasien ketiga meninggal tanpa komorbid,” imbuhnya.

Saat ini, total kasus konfirmasi positif sebanyak 723 kasus yaitu 223 masih menjalani isolasi, 485 sembuh dan 15 kasus meninggal dunia.

“Selain itu, ada juga tambahan tiga kasus suspect sehingga jumlah totalnyasebanyak 599 kasus. Rinciannya, 160 orang menjalani isolasi dan 439 lainnya dinyatakan selesai. Sedangkan jumlah probable tidak ada penambahan yakni 10 kasus,” ujarnya.

(RS/bam/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds